Ida Ngurah, Humanitarian and Resilience Manager Plan Indonesia saat memberikan sambutan pada Kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Nasional, Jumat (7/6/2024).
KATANTT.COM--Dunia tengah dilanda krisis iklim dan lingkungan sehingga semua pihak harus peduli terhadap lingkungan. Gerakan peduli lingkungan dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing.
Penegasan ini dilecutkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), Kristian Siagian saat membuka Kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Nasional, Jumat (7/6/2024).
"Kita saat ini sudah ada dalam masa krisis besar di dunia yakni pertama adalah krisis iklim kedua krisis pangan ketiga krisis energi. Dan kita sudah masuk di tiga krisis itu yang tidak bisa kita menghindarinya, namun kita yang memahami tentang krisis tersebut kita diminta untuk selalu menyuarakan dan terus menyuarakan serta melakukan aksi-aksi nyata dalam.menjaga lingkungan kita saat ini," kata Kristian Siagian.
Peringatan Hari Lingkungan Nasional yang berlangsung di Kantor Dinas Lingkungan Hidup NTT, Siagian mengatakan, aksi-aksi yang dilakukan tidak perlu yang terlalu besar-besaran dan mendatangkan biaya yang besar tapi mulai aksi dari rumah atau lingkungan yang kita berada itu sudah jauh lebih berharga.
"Kita mulai aksi dari rumah kita saja itu sudah jauh lebih berharga, dan kalau sudah kita lakukan di rumah kita selanjutnya kit la informasikan ke tetangga-tetangga. Jadi ini dalam menjaga lingkungan bukan hanya menyuarakan tapi harus dibarengi dengan aksi, kareba -aksi sekecil apapun kita lakukan adalah hal yang sangat berharga dalam memberikan kepedulian terhadap lingkungan," tutur Siagian
Sementara, Ida Ngurah, Humanitarian and Resilience Manager Plan Indonesia mengatakan, bumi kita hanya satu, sehingga dengan peringatan hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada 5 Juni bukan hanya sekedar peringatan bukan hanya sekedar perayaan tapi lebih jauh dari itu adalah bagaimana kita bisa kolaborasi bersama untuk memastikan lingkungan hidup tidak hanya di provinsi NTT tapi juga di kabupaten-kabupaten yang lain dan potensi yang lain itu bisa tetap dijaga.
"Kita semua yang ada disini tentunya sudah merasakan sendiri dan bahkan ada perubahan iklim namun dianggap tidak ada masalah. Namu dampak perubahan iklim bisa yang dirasakan oleh anak-anak dan kaum muda pada 5 sampai 10 tahun lagi. Kita tahun lalu sempat merespon kejadian dampak kekeringan karena El Nino di tiga kabupaten. Dampak ini salah satu dampak yang sangat luar biasa dirasakan apa anak dan kaum muda di tiga kabupaten," lanjut Ida.
Untuk itu tahun ini perayaan lingkungan hidup Temanya juga hampir sama dengan yang Plan respon tahun lalu yaitu soal ketangguhan kekeringan soal penurunan soal restorasi. Ida berharap dukungan bersama tidak hanya pada moment hari peringatan lingkungan saja, tapi printah daerah terus mendorong dan melibatkan anak dan kaum muda dalam kegiatan pelatihan guna meraka menjadi masayarakat aktif dalam pengendalian iklim dan dampak lingkungan yang terjadi