• Nusa Tenggara Timur

Harga Telur Ayam di Pasar Kota Atambua Mengalami Kenaikan

Yansen Bau | Kamis, 16/05/2024 19:51 WIB
Harga Telur Ayam di Pasar Kota Atambua Mengalami Kenaikan foto istimewa

KATANTT.COM---Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar Kota Atambua, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL masih stabil.

Namun, salah satu kebutuhan pokok di pasaran yang mengalami kenaikan harga yakni telur ayam. 

Hal itu dipengaruhi karena harga telur ayam dari pihak produsen yang berasal dari luar Kota dan produsen lokal pun melonjak naik.

Menurut sejumlah pedagang telur ayam, harga telur di pasaran Kota Atambua saat ini msih mengalami kenaikan. Kenaikan harga ini masih bertahan sejak hari raya Idul Fitri lalu.

Hal ini pun turut dirasakan oleh sejumlah pedagang telur di Kota Atambua yang menjual dengan harga Rp. 65 ribu rupiah per papan jumlah 30 butir.

"Sebelumnya harga telur ayam dijual dengan harga Rp. 60 ribu rupiah per papannya," sebut Ujang Ramli salah satu pedagang, Kamis (16/5/2024).

Akui dia, telur ayam dijual dengan harga Rp. 340 ribu rupiah. Namun, kini sudah dijual dengan harga Rp. 375 ribu rupiah per ikat. Harga telur dipengaruhi karena harga telur lokal dan dari Surabaya turut mengalami kenaikan harga.

"Sehingga pedagang pun turut menaikkan harga telurnya. Terkait kenaikan ini tidak menyurutkan minta pembeli untuk beli telurnya," ungkap Ramli.

Dikatakan, biasanya dalam sehari telur ayam bisa 600 sampai dengan 800 papan. Para pembeli yang datang untuk membeli telur biasanya digunakan untuk kebutuhan konsumsi harian, industri kuliner di Atambua.

"Harga telur ayam diprediksi akan normal ketika harga telur lokal dan dari Surabaya kembali stabil," kata Ramli.

Masih menurut dia, untuk harga telur ayam sudah ditentukan langsung oleh pihak distributor telur. Sehingga pedagang tetap menjual dengan harga saat ini.

"Untuk stok telur ayam saat ini berasal dari luar Kabupaten Belu da juga telur lokal. Dimana telur ini masih menjadi incaran warga untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi serta industri rumahan," ujar Ramli.

 

FOLLOW US