Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G.L. Kalake atas nama Presiden RI melantik Zet Sony Libing, sebagai Penjabat Bupati Alor dan Jusuf Rupidara, sebagai Penjabat Bupati Sumba Tengah.
KATANTT.COM--Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G.L. Kalake atas nama Presiden RI melantik Zet Sony Libing, sebagai Penjabat Bupati Alor dan Jusuf Rupidara, sebagai Penjabat Bupati Sumba Tengah.
"Saya atas nama Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada bapak Amon Djobo dan almarhum bapak Imran Duru, Bupati dan Wakil Bupati Alor periode 2018-2023 serta bapak Paulus S.K. Limu dan bapak Daniel Landa, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Tengah periode 2018-2023, atas jasa dan pengabdian dalam membangun Kabupaten Alor dan Kabupaten Sumba Tengah," kata Ayodhia Kalake saat mengambil sumpah dan melantik Zet Sony Libing, sebagai Penjabat Bupati Alor dan Jusuf Rupidara, sebagai Penjabat Bupati Sumba Tengah. di aula El Tari Kantor Gubernur NTT, Senin (13/11/2023).
"Serta profficiat kepada bapak Zet Sony Libing, dan bapak Jusuf Rupidara, yang telah ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI sebagai Penjabat Bupati Alor dan Penjabat Bupati Sumba Tengah Periode 2023-2024," kata Ayodhia.
Orang nomor satu di NTT ini menyampaikan lima hal yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo saat pertemuan dengan para Penjabat Gubernur dan Penjabat Bupati/Walikota se-Indonesia pada 30 Oktober 2023.
"Pertama, terkait Pemilu serentak tahun 2024. Saya berharap kedua penjabat dapat menjaga situasi kondusif, memberikan dukungan kepada KPUD dan Bawaslu Kabupaten Alor dan Kabupaten Sumba, membangun koordinasi yang baik dengan pemangku kepentingan terkait serta menjaga netralitas ASN, memastikan ketersedian anggaran dan pengamanan pemilihan umum kepala daerah," katanya.
Kedua jelas Ayodhia, terkait pengendalian inflasi. Fenomena El Nino telah berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian dan perkebunan.
"Saya berharap kedua penjabat bupati bersama TPID Kabupaten Alor dan Kabupaten Sumba Tengah dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk mengendalikan laju inflasi.," pintanya.
Lakukan pemantauan secara rutin harga barang kebutuhan pokok di pusat-pusat perdagangan dan pasar-pasar tradisional. Bangun koordinasi intensif dengan intansi terkait seperti Bulog dan Badan Pangan Nasional untuk menjaga stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta melakukan operasi pasar jika diperlukan.
Yang ketiga kata dia, terkait stunting agar penjabat bupati yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi tim kerja, koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Mulai dari penimbangan secara berkala untuk mengetahui perkembangan stunting setiap bulan dan mengambil langkah-langkah strategis untuk menurunkan jumlah stunting selama setahun ke depan. Pendataan balita stunting harus by name, by adress sehingga dapat dilakukan penanganan secara cermat.
"Keempat, terkait penurunan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Saya berharap kedua Penjabat Bupati dapat fokus pada dua program utama selama setahun ke depan untuk mendorong penurunan jumlah angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di daerahnya masing- masing," jelasnya.
Sedangkan kelima sebut dia, agar melakukan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat dalam hal tata kelola pemerintahan mengupayakan peningkatan anggaran pembangunan dari berbagai sumber dana termasuk dari lembaga non pemerintahan.
Selain pelantikan Penjabat Bupati Alor dan Sumba Tengah, turut dilaksanakan pelantikan Penjabat. Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Alor Elisa Savitri Libing Sebayang dan Penjabat Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Sumba Tengah Tabitha Iriani Rupidara Kamban, oleh Pj. Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi NTT, Sofiana Milawati Kalake.