Tokoh masyarakat Raknamo, Jefri Djogo melihat siswa-siswi SMK Negeri 5 Kota Kupang sementara memasang jaringan instalasi perpipaan di lokasi food estate di Desa Rakanmo.
KATANTT.COM--Lahan seluas 7,5 hektare di Desa Raknamo Kecamatan Amabi Oefeto yang selama ini dibiarkan terlantar (lahan tidur) diserahkan salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Kupang untuk diolah menjadi lahan produktif oleh SMK Negeri 5 Kota Kupang bersama S̤M̤K̤ s̤e̤ K̤o̤t̤a̤ Kupang d̤a̤n̤ SMK se-K̤a̤b̤upaten K̤ṳp̤a̤n̤g̤.
"Sejak 2021, lahan ini saya serahkan untuk dikelola bekerjasama dengan SMK Negeri 5 Kota Kupang. Lahan seluas 7,5 hektare ini akan ditanami aneka tanaman holtikultera dalam mendukung program Gubernur NTT, Viktor Laiskodat sebagai lokasi food estate," kata tokoh masyarakat, Anselmus Djogo kepada wartawan di Desa Raknamo, Minggu (24/4/2022).
Sebelum diolah, ia mengaku terlebih dahulu membangun sumur bor untuk dipakai memenuhi kebutuhan air di atas lahan pertanian tersebut.
Berkat lobi ke berbagai pihak kata Anselmus Djogo yang akrab disapa Jefri Djogo, pihaknya mendapat bantuan dari Lantamal VII/Kupang dan Bank Indonesia Perwakilan NTT.
"Lantamal VII/Kupang membantu satu unit exavator dan bulldozer untuk membuka dan meratakan lahan ini selama hampir sebulan," katanya.
Selain itu kata Jefri Djogo, secara swadaya dengan menggunakan alat berat bantuan Lantamal VII/Kupang ini di sekitar lokasi ini kemudian dibangun embung-embung untuk kebutuhan air minum ternak.
Kemudian jelas Jefri Djogo, Bank Indonesia membantu satu unit rumah pompa air dan jaringan listrik sehingga lahan ini segera diolah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT kata Jefri Djogo kemudian menawarkan kerjasama melalui SMK Negeri 5 Kota Kupang untuk mengolah lahan ini.
"Lahan ini pun kemudian menjadi lokasi praktek bagi siswa-siswi SMK Negeri 5 Kota Kupang. Saat ini mereka (siswa-siswi SMK Negeri 5 Kota Kupang) masih menyiapkan instalasi pengairan di atas lahan. Setelah itu, lahan ini siap untuk ditanam," jelasnya.
Menurut Jefri, nantinya kehadiran lahan pertanian ini akan menjadi contoh bagi warga Desa Raknamo dan desa tetangga di sekitar Bendungan Raknamo untuk belajar dalam bdang pertanian.
Meski hampir 99 persen warga Desa Raknamo adalah petani namun masih dilakukan secara tradisional yakni untuk memenuhi kebutuhan pangan selama setahun. "Sudara-saudara kita di sini lebih tertarik untuk beternak jadi kehadiran food estate ini bisa menarik bertani secara modern," ujarnya.
Selain itu, Jefri mengaku s̤e̤m̤e̤n̤j̤a̤k̤ 2021 k̤a̤m̤i̤ b̤e̤r̤s̤a̤m̤a̤ pi̤h̤a̤k̤ L̤antamal VII/Kupang d̤a̤n̤ Bank Indonesia Perwakilan P̤r̤o̤v̤i̤n̤s̤i̤ N̤T̤T̤ sudah m̤e̤n̤g̤e̤l̤o̤l̤a̤h̤ l̤a̤h̤a̤n̤ s̤e̤l̤ṳa̤s̤ 7,̤5 h̤e̤k̤t̤a̤r̤ ṳn̤t̤ṳk̤ Tte̤r̤n̤a̤k̤ s̤a̤p̤i̤ b̤e̤r̤s̤a̤m̤a̤ K̤e̤l̤o̤m̤p̤o̤k̤ T̤e̤r̤n̤a̤k̤ F̤ajar Raknamo.