ilustrasi_tenggelam
KATANTT.COM--Seorang balita berusia satu tahun meninggal dalam saluran irigasi saat ditinggalkan neneknya ketika mencuci pakaian. Korban terseret air dan ditemukan pada jarak 800 meter dari lokasi korban terjatuh.
Nyawa korban EDAB yang juga warga RT 02/RW 01, Dusun I, Desa Netemnanu Selatan, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, NTT tidak bisa diselamatkan.
Kejadian ini terjadi di saluran Irigasi yang masuk dalam wilayah RT 08/RW 04, Dusun II, Desa Netemnanu Selatan, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang.
Selama ini korban tinggal dengan nenekmya Hana Antoneta Leltakaeb (50), guru honorer di RT 02/RW 01, Dusun I, Desa Netemnanu Selatan, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang.
Sementara orang tua korban tinggal di Desa Bismarak, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang.
Awalnya nenek korban Hana Antoneta Leltakaeb mengajak korban pergi.
mencuci pakaian di belakang rumah yang lokasinya berdekatan dengan saluran irigasi.
Usai mencuci pakaian, nenek korban pergi membilas pakaian di sumur yang jaraknya kurang lebih sekitar 30 meter.
Nenek korban meninggalkan korban sendiri bermain air di dalam ember yang berisi air (mandi).
Selesai membilas cucian, nenek korban kembali ke korban namun korban sudah tidak ada lagi. kenem korban pun pulang dan mengira korban sudah pulang ke rumah.
Nenek korban masuk kedalam rumah mencari korban karena mengira korban sudah masuk ke dalam rumah. Namun nenek korban hanya menemukan Rita Baitanu (15).
Nenek korban bersama Rita Baitanu, kerabat dan tetangga serta sejumlah warga mencari korban secara terpisah. Rita Baitanu mencari korban dengan menyusuri saluran irigasi.
sesampainya di di TKP (tempat ditemukan korban) yang berjarak kurang lebih sekitar 800 meter dari saluran dekat tempat nenek korban mencuci, Rita melihat kaki korban kemudian langsung mengangkat korban dari dalam air/
Rita kemudian berteriak memanggil nama Ndun Baitanu (17) untuk meminta bantuan. Kemudian Rita dan Ndun membawa korban ke rumah Ndun menggunakan sepeda motor.
Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Oepoli untuk mendapatkan pertolongan.
Dari hasil pemeriksaan luar oleh pihak Puskesmas Oepoli, Ferkius Suana, Amd.Kep saat dilakukan pemeriksaan medis ditemukan banyak air yang keluar dari mulut korban.
Tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban dan diperkirakan korban sudah meninggal dunia saat dibawa ke Puskesmas Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur Kabupaten Kupang.
"tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," ujar Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto, SIK MH saat dikonfirmasi Minggu (17/4/2022).
Anggota Polsek Amfoang Timur kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan ditemukan bahwa air di saluran irigasi dalam keadaan penuh, diperkirakan kedalamannya kurang lebih sekitar 1 meter.
Saat ditemukan, korban tersangkut di tumpukan sampah. Jarak tempat korban ditemukan (TKP) dengan tempat korban bermain air kurang lebih sekitar 800 meter.
Pihak keluarga korban yang diwakili oleh kakek korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan membuat surat pernyataan penolakan untuk dilakukan otopsi.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Bismarak, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang.