• Nasional

Jelang Pilpres, Indonesia-Timor Leste Rapat Persiapan Pengamanan Perbatasan Bersama

Imanuel Lodja | Rabu, 16/03/2022 21:25 WIB
Jelang Pilpres, Indonesia-Timor Leste Rapat Persiapan Pengamanan Perbatasan Bersama Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) menggelar rapat koordinasi persiapan pengamanan bersama di perbatasan, jelang pemilihan presiden (Pilpres) Timor Leste, Rabu (16/3/2022)

KATANTT.COM--Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) menggelar rapat koordinasi persiapan pengamanan bersama di perbatasan, jelang pemilihan presiden (Pilpres) Timor Leste, Rabu (16/3/2022).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua, KA Halim, Rabu (16/3/2022) menyatakan, rapat koordinasi persiapan pengamanan bersama di perbatasan digelar di Pos Batugade Timor Leste.

Menurut K. A. Halim, rapat koordinasi dihadiri Dandim 1605/Belu, Letkol Inf Wiji Untoro, Kapolres Belu, AKBP Yosep Krisbiyanto, Dansatgas Pengamanan Perbatsan RI-RDTL Yonif 743/PSY, Letkol Inf Andi Lulianto.

Selain itu, Koordinator PLBN Motaain Badan Nasional Pengelola Perbatasan Engelberthus Klau dan Konsulat Timor Leste di Kupang, Konsulat Timor Leste di Atmbua, Unidade Patrolhamento de Frointeras (UPF), FFDTL dan Imigrasi Timor Leste.

Imigrasi selaku pihak yang mengawasi perlintasan orang di perbatasan menyampaikan, ada delapan titik yang menjadi perlintasan yang telah disepakati bersama antara kedua negara. Empat pos lintas batas nasional terpadu (PLBNT) dan empat pos tradisional.

KA Halim mengatakan, pos tradisional yang harus yang perlu diawasi, karena empat titik ini sangat rawan dilewati para pelintas ilegal.

Akan dilaksanakan pemilu di Timor Leste, maka harus ditingkatkan sinergitas antara pihak imigrasi dan pihak keamanan kedua negara, untuk mencegah para pelintas yang nantinya akan melintas tapi tidak melalui titik pelintasan yang telah disepakati bersama.

"Kerjasama Indonesia dan Timor Leste yang telah berjalan dengan baik kiranya terus ditingkatkan. Pihak imirasi siap untuk meningkatkan pengawasan kepada warga negara asing yang akan melintas dari Indonesia ke Timor Leste maupun sebaliknya," ungkapnya.

Mewakili keamanan di perbatasan Indonesia, Dandim 1605/Belu, Letkol Inf Wiji Untoro mengucapkan terima kasih kepada Kosulat Timor Leste, yang sudah memfasilitasi pertemuan tersebut.

Menurutnya, pertemuan itu sebagai awal yang baik untuk melaksanakan koordinasi antara kedua negara dalam memantau keamanan di perbatasan, sehingga isu yang tidak benar bisa diatasi demi hubungan baik antar kedua negara tetap terjalin.

"Harapannya rapat seperti ini dapat dilaksanakan agar dapat meredam isu-isu yang tidak benar yang dapat merusak hubungan yang telah terjalin dengan baik antara kedua negara," ucap Wiji Untoro.

Sementara itu, Konsul Timor Leste di Kupang, Jesuino Dos Reis Matos de Carvalho mengatakan, pertemuan tersebut sebagai bentuk koordinasi antara Indonesia dan pihak Timor Leste.

Selain itu, untuk pemantapan pengawasan perbatasan menjelang pemilihan Presiden Timor Leste yang akan dilaksanakan pada (19/3/2022) mendatang.

"Kegiatan ini juga dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan silahturahmi antara Indonesia dan Timor Leste, yang selama dua tahun ini hubangannya telah dibatasi oleh pandemi Covid-19," katanya.

Ia berharap agar pertemuan seperti ini kedepannya harus terus dilakukan demi menjaga wilayah perbatasan masing-masing negara dan menjaga hubungan persahabatan antara RI-RDTL.

Mewakili keamanan Timor Leste, Euclideus Belo selaku Komandan UPF Pos Batugade menambahkan, untuk memperlancar pemilihan presiden, Timor Leste meminta bantuan semua instansi terkait yang bertugas di perbatasan RI-RDTL meningkatkan pengawasan agar tidak ada perlintasan ilegal.

Euclideus juga menyampaikan terima kasihnya kepada pihak imgrasi, karena sudah membantu proses pemulangan kurang lebih 700 warga Timor Leste, pada bulan Agustus dan September lalu.

"Kami pihak keamanan dan Imigrasi Timor Leste akan terus meningkatkan pengawasan agar hal serupa tidak lagi terjadi, dan akan melakukan pembinaan dan memproses secara hukum warga kami yang melintas secara ilegal ke wilayah Indonesia," tutupnya.

FOLLOW US