• Nusa Tenggara Timur

Tanggapi Warga Kabur ke Hutan, Bupati Alor Akui Kurang Sosialisasi

Imanuel Lodja | Minggu, 21/02/2021 10:12 WIB
Tanggapi Warga Kabur ke Hutan, Bupati Alor Akui Kurang Sosialisasi Bupati Alor, Amon Djobo

katantt.com--Bupati Alor, Amon Djobo, mengakui masih kurangnya sosialisasi dan edukasi yang dilakukan pemerintah, sehingga warganya takut divaksin.

Disamping itu banyaknya berita hoaks yang beredar di media sosial ikut mempengaruhi warga takut menerima vaksin Sinovac.

Hal tersebut disampaikan Bupati Alor, Amon Djobo yang dihubungi wartawan Sabtu (20/2) terkait warga Alor-NTT, dari Dusun II Batu Putih, Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur yang kabur ke hutan akibat takut divaksin Covid-19.

Dijelaskan Amon Djobo penyebab kaburnya warga kabur ke hutan akibat kurangnya sosialisasi dari pemerintah yang belum sampai ke warga.

"Informasi dari mulut ke mulut dan berita hoaks di media sosial yang membuat mereka takut. Dan itu tanggungjawab saya sebagai bupati (pemerintah) untuk memberikan edukasi dan sosialisasi", tegasnya.

Amon Djobo menyesalkan maraknya beredar berita hoaks di media sosial yang mengakibatkan warganya (Alor) takut untuk divaksin.

Sebagai pimpinan, pihaknya akan mengerahkan seluruh stake holder untuk segera melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terhadap pentingnya vaksin covid bagi masyarakat.

Dikatakan Bupati Amon Djobo, seluruh tenaga kesehatan dan seluruh pimpinan wilayah mulai dari camat, lurah, kepala desa hingga ketua RW dan RT telah diperintahkan untuk melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

"Ini (sosialisasi) untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya vaksinasi bagi masyarakat," jelasnya.

Dia menjelaskan warga tidak perlu kuatir untuk menerima vaksin covid. Karena apa yang dilakukan oleh pemerintah semua untuk kesehatan masyatakat. "Vaksin ini tidak ada efek sampingnya sama sekali," tegas Bupati Alor dua periode ini.

Ia mengaku dirinya yang tergolong lansia pun telah menerima vaksin Covid-19 beberapa waktu lalu.

Dan diakui tidak memiliki efek samping sama sekali.

Untuk tahap awal ini, penerima vaksin adalah tenaga kesehatan dan pejabat publik di Kabupaten Alor.

"Sedangkan untuk nasyarakat belum", kata Amon Djobo.

Diharapkan Amon Djobo bahwa seluruh tenaga medis, tokoh agama, tokoh masyarakat dan perangkat pemerintah sampai tingkat RT untuk bisa memberikan sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat.

"(Seluruh perangkat) berikan edukasi positif bagi masyarakat sehingga masyatakat tidak menjadi takut. Ini hanya belum ada edukasi saja makanya mereka takut," tanda Amon Djobo.

Bupati Amon Djobo berjanji akan segera turun ke masyarakat di Desa Alila Timur untuk bertemu langsung dengan masyarakat.

Ia menyebut warga Alila bisa paham dan mendapat pengetahuan tentang vaksin Covid-19 sehingga saat tiba waktunya pemberian vaksin bagi masyarakat mereka tidak lagi takut.

Menurut Bupati Alor Amon Djobo, saat dilakukan vaksin pun akan ada tahapan-tahapan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.

"Ada empat meja yang harus dilalui oleh penerima vaksin, mulai dari mendaftar, pemeriksaan kesehatan baru dilakukan vaksin. Sehingga tidak sembatang tenaga kesehatan melakukan vaksin," jelasnya.

Sebelumnya warga Dusun II Batu Putih, desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Alor, Nusa Tenggara Timur kabur ke hutan karena beredar informasi akan dilakukan vaksinasi.

Mereka kabur karena takut divaksin Covid-19 sehingga mereka kabur ke hutan dan harus dijemput oleh kepala desa dan bhabinkamtibmas setelah memberikan penjelasan kepada mereka.

Menurur Kapolres Alor, AKBP Agustinus Chrismast warga takut dan trauma divaksin karena adanya berita-berita hoaks di media sosial tentang efek samping dari vaksin Sinovac.

Ada warga yang takut divaksin karena takut dengan jarum suntik.

 

 

 

FOLLOW US