• Nusa Tenggara Timur

Warga Sumba Barat Daya Dapat Bantuan Rumah Layak Huni dari Presiden

Imanuel Lodja | Kamis, 07/01/2021 07:47 WIB
Warga Sumba Barat Daya Dapat Bantuan Rumah Layak Huni dari Presiden Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Yoseph FH Mandagi bersama Dandim 1629/Sumba Barat Daya, Letkol Inf Loede M Sabaruddin menyerahkan kunci rumah layak huni bantuan Presiden Sinergitas TNI-Polri kepada Regina Deta Karere.

katantt.com--Senyum bahagia dan berbangga terpancar dari wajah, Regina Deta Karere.

Rabu (6/1) menjadi moment bahagia, Regina Deta karena mendapat bantuan dari Presiden Joko Widodo rumah layak huni sinergitas TNI-Polri.

Penyerahan bantuan ini berlangsung di Kampung Radaloko, Desa Mali Iha, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ditandai dengan penyerahan kunci rumah oleh Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Yoseph FH Mandagi bersama Dandim 1629/Sumba Barat Daya, Letkol Inf Loede M Sabaruddin.

Penyerahan rumah kepada Regina Deta Karere diawali dengan ibadah singkat oleh Romo Yanto Tena, Pr.

Pekerjaan rumah layak huni tersebut mulai dikerjakan masyarakat Kampung Radaloko bersama personil Polri Dan TNI Kabupaten Sumba Barat Daya sejak tanggal 18 Desember 2020 sampai tanggal 2 Januari 2021.

Selama ini Regina menempati gubuk reyot ukuran 4 x 5 meter bersama dua anaknya.

Rumah tidak layak huni ini hanya beratapkan alang dan nyaris tanpa dinding.

Dua lembar gedek dan beberapa papan berukuran kecil yang telah lapuk ditempel menjadi dinding darurat.

Tidak hanya rumahnya yang tidak layak huni, Regina juga masih harus menanggung dua anaknya yang mengalami lumpuh.

Putera sulungnya, Dominggus Japa Loka,17, hanya terbaring lemas di atas lantai bambu rumahnya.

Badannya sangat kurus dan terlihat seperti tinggal kulit pembungkus tulang.

Menurut Regina, putera sulungnyaini mengalami lumpuh sejak usia 10 tahun.

Kejadian berawal saat anaknya tersebut jatuh dari sepeda. Meski tidak mengalami cedera, namun beberapa bulan kemudian anaknya tersebut merasakan gatal pada telapak kakinya.

Setelah itu, anaknya mendadak tidak bisa berjalan hingga saat ini.

Anak kedua Regina, Ferdianus Bali Mema,10, juga mengalami kondisi serupa.

Sejak tiga bulan lalu, anak keduanya itu mengalami lumpuh seperti kakaknya dan kini harus dirawat di RS Karitas Weetabula, Sumba Barat Daya.

Sejak tujuh tahun lalu, Regina hanya tinggal bertiga dengan kedua anaknya tersebut.

Suaminya pergi meninggalkan mereka dan sekarang tidak tahu keberadaannya.

Untuk bertahan hidup, Regina sehari-hari bekerja di kebun dan menenun kain.

Regina mengaku tidak pernah mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan sosial lainnya.

Ia mengaku hanya mendapatkan bantuan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan bantuan dana jaminan pengaman sosial (JPS) selama masa pandemi Covid-19.

 

FOLLOW US