Sejumlah Bintara Polres Lembata turun langsung membantu mengevakuasi sejumlah lansia yang terkena erupsi Gunung Api Ile Lewotolok.
katantt.com--Gunung api Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur mengalami erupsi Minggu (29/11) pagi sekitar pukul 09.45 wita.
Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok juga disertai dengan dentuman keras yang terdengar sampai dengan radius 5 -7 kilometer.
Menyikapi kejadian tersebut, Polres Lembata memberlakukan Siaga Satu.
Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen dan Wakapolres Lembata Kompol Johanes Christian Tanauw memimpin evakuasi warga bersama seluruh personil menggunakan kendaraan operasional Polres Lembata.
Aksi heroik ditunjukkan sejumlah bintara Polres Lembata membantu proses evakuasi pengungsi terutama terhadap kaum ibu dan orang tua.
Briptu Rudhi, Bripty Bastian Prasetyo, Bripda Agustinus Rudy Laro dan Bripka Jhony Ndolu serta Briptu Rino, anggota Sat Sabhara Polres Lembata bahu membahu menyelamatkan sejumlah perempuan lanjut usia.
Para bintara Polri ini menjemput para lansia dari kediaman dan harus menggendong maupun menandu mereka untuk dievakuasi ke kendaraan operasional kepolisian dan selanjutnya dibawa ke lokasi yang lebih aman.
Sejumlah perempuan lanjut usia terbantu dalam proses evakuasi ini sehingga bisa menjauh dari lokasi erupsi.
Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, Desa Laranwutun Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata, Arkian Lamahoda kepada wartawan menyebutkan kalau sejak tahun 2017 lalu, status gunung Api Ile Lewotolok adalah waspada, dimana aktivitas gunung Ile Lewotolok bersifat fluktuatif.
Jumat (27/11) lalu, sempat terjadi erupsi dengan mengeluarkan material abu vulkanik tipis dan berdampak pada beberapa desa yang ada di Kecamatan Ile Ape Timur yakni Desa Aulesa, Desa Waimatan, Desa Lamagute dan Desa Napasabok.
Minggu (29/11) terjadi erupsi disertai dentuman dengan mengeluarkan material berupa abu vulkanik dengan ketinggian abu vulkanik 4.000 meter.
Erupsi hari ini mengakibatkan terjadinya sebaran abu vulkanik yang mengikuti arah angin yakni ke arah barat dan ke timur.
Akibatnya beberapa desa di wilayah Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur yang terkena dampak langsung yakni terpapar hujan abu dan pasir.
Bahaya lainnya yang perlu diwaspadai, yakni lontaran material berupa batu/pasir dalam radius 2 kilometer serta terjadinya banjir lahar dingin apabila disertai hujan.
Hingga saat ini belum ada peningkatan status gunung api Ile Lewotolok dari status waspada menjadi status Siaga.
Warga pun sempat panik terutama warga di Kecamatan Ile Ape Timur dan Ile Ape Kabupaten Lembata sehingga warga mengungsi ke wilayah Kota Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.