katantt.com--Sebanyak empat peserta dari 235 calon siswa (casis) bintara Polri Polda NTT TA 2020 dinyatakan gugur saat tahapan Pemeriksaan Mental dan Kepribadian (PMK) serta wawancara psikologi.
Hingga saat ini tersisa 231 orang peserta terdiri dari 6 orang calon polisi wanita (Polwan) dan 225 orang casis bintara pria.
4 peserta yang gugur masing-masing 1 orang casis pria bintara kompetensi khusus (Bakomsus) dan 3 orang lainnya bintara polisi tugas umum (PTU) pria.
Dari ke 4 peserta ini terdiri dari 2 orang dari Kota Kupang, 1 orang dari Kabupaten Sikka dan 1 orang dari Kabupaten Ngada.
Kepala biro Sumber daya manusia (SDM) Polda NTT, Kombes Pol Riyadi Nugroho usai pengumuman hasil PMK dan wawancara psikologi beberapa waktu lalu menjelaskan pula kalau 4 peserta yang gugur ini masing-masing 3 orang gugur wawancara psikologi dan 1 orang gugur tahapan PMK.
Sementara itu 231 orang casis tersisa sudah mengikuti tahapan pemeriksaan akhir oleh biro SDM Polda NTT bersama dinas kependudukan Kota Kupang untuk keabsahan akte kelahiran, KTP dan kartu keluarga dan dinas Pendidikan Kota Kupang untuk ijasah.
Sejak Senin (9/11) hingga Rabu (11/11), para peserta mengikuti supervisi Mabes Polri secara virtual.
Supervisi dilakukan terhadap perwakilan peserta.
Supervisi administrasi untuk pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan KTP dan ijasah dilakukan di SPN Polda NTT.
Demikian pula supervisi pemeriksaan kesehatan digelar di aula SPN Polda NTT.
Supervisi psikologi dilakukan di lantai III Mapolda NTT.
Sementara supervisi kesehatan jasmani untuk pull up dan shutle run dilakukan di lapangan Mapolda NTT dan renang dilakukan di kolam Wirasakti kelurahan Fontein Kota Kupang.
Para peserta selanjutnya menunggu jadwal sidang penentuan kelulusan akhir pekan ini.
Bagi peserta pria yang lulus seleksi, segera memasuki SPN Polda pada akhir pekan ini untuk mengikuti pembukaan pendidikan pada 17 November 2020 mendatang selama 7 bulan ke depan.
Sementara casis Polwan dikirim ke Sepolwan Jakarta juga untuk menempuh pendidikan selama 7 bulan ke depan.
Sebanyak 231 peserta saat ini terdiri dari 6 orang calon Polwan, 16 orang bintara kompetensi khusus (Bakomsus), tiga orang Rekrutmen Profesi (Rekpro) dan 226 orang casis bintara polisi tugas umum (PTU).
Proses tahapan seleksi dimulai sejak Rabu (19/8/2020) diawali dengan penandatanganan pakta integritas di lantai III Mapolda NTT.
Panitia menjamin kalau proses seleksi dilakukan Polda NTT melalui panitia dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan Humanis (Betah).
Agar proses seleksi transparan dan bisa dipertanggungjawabkan, Polri telah membangun sistem seleksi secara terbuka dengan mengumumkan hasil secara terbuka.
Sistem seleksi dilakukan dengan one day service yakni peserta dan orang tua dapat mengetahui hasil seleksi pada hari itu juga sehingga memudahkan peserta dan orang tua.
Polri juga membuat aplikasi yang bisa diakses melalui android yakni aplikasi pusat informasi penerimaan (APIP) dan aplikasi clear and clean (CNC) sehingga orang tua meskipun tidak menyaksikan langsung proses seleksi tetapi dapat mengetahui hasil yang diperoleh
Polda juga membangun kerjasama dengan berbagai pihak guna mewujudkan proses seleksi yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis dengan instansi untuk pemeriksaan administrasi ijasah dan raport serta identitas peserta seperti KTP dan kartu keluarga serta menggandeng AJI Kota Kupang, HIMPSI dan IDI sebagai pengawas eksternal.