Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Ketua DPRD NTT, Emilia Nomleni foto bersapa pengurus Sepasi usai penandatanganan kerjasama pengembangan sorgum di NTT.
katantt.com--Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur,melakukan penandatanganan kerja sama dengan Sejati Petani Sorgum Indonesia (Sepasi) tentang Pendampingan Budidaya Sorgum dari Hulu sampai Hilir di lahan petani sorgum di Provinsi NTT.
Penandatanganan kerjasama ini antara Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Ketua Umum Sepasi, Lily Sutardi Suradilaga di ruang rapat Gubernur NTT, Jumat (17/10).
"Suatu kebanggaan Sepasi bisa berkumpul dan berkerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam perjanjian budidaya Sorgum dari hulu sampai ke hilir," kata Ketua Umum Sepasi, Lily Sutarsi Suradilaga.
Lily menyebut tahapan-tahapan pendampingan budidaya sorgum yang akan dilakukan di lahan pertanian sorgum Provinsi NTT.
Pertama kata Lily, dimulai dari hulu yaitu peningkatan produksi tanam sorgum, pemanfaatan menjadi pakan ternak.
"Terus di hilir berupa pendampingan UMKM dan UKM untuk pengolahan barang setengah jadi menjadi barang jadi serta pemasaran. Kedua, dengan ditandatangani," ujarnya
Ia menambahkan kerjasama ini menjadi bukti komitmen Sejati Petani Sorgum Indonesia dengan Peprov NTT untuk pemanfaatan SDA, menyiapkan dan meningkatkan kualitas SDM mandiri.
"Yang paling penting, kerjasama ini akan meningkatkan pendapatan petani sorgum," ujarnya.
Sementara itu Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan harapan besarnya untuk bangun hubungan kerjasama dalam bidang pertanian khususnya sorgum.
"Mudah-mudahan ini dapat diterapkan di NTT dan membantu mengelola produk, baik dari penanamannya sampai dengan hasil panen dan dilanjutkan agar mampu dikembangkan sampai menjadi produk lain seperti pakan ternak," kata VBL.
Menurut VBL, capital flight atau uang yang keluar dari NTT untuk datangkan pakan ternak dalam 1 tahun sekitar Rp 1 triliun baik pakan ternak ayam maupun babi.
"Harusnya uang sebesar itu dapat berputar di NTT. Kalau kita mampu mengerjakan dan mendayagunakan semua potensi yang ada di NTT dengan baik. Karena itu Pemprov NTT berencana untuk menyiapkan 3 pabrik pakan ternak di Flores,Sumba dan Timor," kata Viktor.
Politikus asal Nasdem ini memberikan apresiasi atas penandatanganan kerjasama ini. Dan harus diikuti langkah-langkah konkret di lapangan mulai dari tanam, panen sampai pada pemilihan produk yang bisa dipakai oleh masyarakat.
"Karena itu saya mengharapkan pola-pola kerja sama ini, tidak hanya bekerja secara formal di atas kertas tetapi dapat dilanjutkan dengan kerja nyata," tegas VBL.