Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat melakukan panen garam di lokasi tambak garam di Desa Nunkurus Kecamatan Kupang Timur Kabupaten kupang.
katantt.com--Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat mematok target produksi garam NTT mencapai 1 juta ton per tahun dari 3 juta ton kebutuhan garam dalam negeri.
Produksi garam NTT ini diharapkan mampu mengurangi beban Pemerintah RI yang masih mengimpor garam guna memenuhi kebutuhan garam dalam negeri.
“Dari lahan tambak garam di Kabupaten Kupang ini ditambah produksi garam di Sabu, Rote, Sumba dan Nagekeo total produksinya bisa mencapai 1 juta ton per tahun untuk suplai kebutuhan garam nasional," kata Viktor Bungtilu Laiskodat saat panen garam di Desa Nunkurus dan Babau, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, Kamis (15/10).
Menurut VBL--sapaan karibnya, bila program garam di NTT dilaksanakan secara baik maka akan mampu memberikan sumbangan yang besar bagi negara dengan garam berkualitas yang mana kadar NaCl mencapai 95 %.
“Kita bersyukur hari ini, bisa panen bersama masyarakat Kelurahan Babau dan PT Tjkakrawala Timor Sentosa. Dari data laboratorium yang dilaporkan ke saya bahwa kadar NaCl dari garam di sini yang dipanen mencapai 95-96 %," jelas VBL.
Ia menambahkan sempat melihat langsung tambak garam di Desa Nunkurus yang dikelola oleh PT Timor Livestock Lestari dan untuk sementara keduanya terus dilanjutkan konstruksinya.
Masyarakat NTT khususnya Kabupaten Kupang sangat berterima kasih pada Presiden Jokowi karena lewat beliau maka lahan tidur selama 26 tahun sudah dijadikan tambak garam hingga sudah dipanen.
“Kita harapkan semua konstruksi lahan dan produksi garamnya kita kerjakan dengan sungguh-sungguh. Tahun depan kita akan mengundang Bapak Presiden Jokowi datang untuk panen garam bersama,” ungkap VBL.
Sebelumnya VBL mengatakan produksi garam industri yang dilakukan di NTT akan membantu memenuhi kebutuhan garam nasional dan sebagai bukti kemandirian dan kedaulatan rakyat.
“Bapak Presiden Jokowi beberapa minggu yang lalu telah melakukan rapat koordinasi berkaitan dengan produksi garam sebagai komoditi nasional. Secara nasional kita masih impor garam 3 juta sekian ton setiap tahunnya," beber VBL.
Ia menyebut bicara tentang kemandirian dan kedaulatan dari sebuah negara dan masyarakat maka tidak boleh bergantung pada negara lain.
Justru harus mampu menghasilkan produk untuk kebutuhan masyarakat salah satunya dengan produksi garam industri dari Nusa Tenggara Timur.
"Itu namanya kemandirian dan kedaulatan rakyat yang tidak bergantung pada negara lain dan kita mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata VBL.
VBL menambahkan Presiden Jokowi tentu akan mendukung kerja seluruh petani garam yang ada di Indonesia.
Dan bagi para pengusaha yang punya industri yang berhubungan langsung dengan garam khususnya garam industri harus mampu berinvestasi di daerah yang memiliki potensi pengembangan potensi garam. H
Hasil yang dicapai kata VBL dapat membuka lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemandirian untuk memproduksi komoditi garam bagi kebutuhan nasional.
"Kalau semua dapat diwujudkan maka produksi garam industri akan semakin meningkat dan kan menurunkan impor garam dari luar," ujarnya.