Anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Fatukoa, Bripka Endy Boko memberikan beras jatah yang selama ini disisihkan kepada Adrianus Klakik.
katantt.com--Pandemi Covid-19 membuat kesulitan ekonomi yang sangat dirasakan warga masyarakat pada umumnya. Demikian pula kesulitan ekonomi yang dialami Adrianus Klakik.
Pria paruh baya berusia 37 tahun ini menggantungkan hidup bersama istri, Marince Nifu serta kedua anaknya dari hasil bekerja sebagai buruh bangunan. Namun sejak 7 bulan terakhir, Adrianus Klakik sepi pekerjaan apalagi sejak diterpa wabah Covid-19.
Sejumlah kontrak kerja membangun rumah batal dan tidak jadi. Warga RT 21/RW 01 Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa Kota Kupang ini pun berusaha mencari pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan.
Ia bahkan tidak sungkan menawarkan jasanya saat melihat ada yang membangun rumah atau bangunan.
"Saya kerja serabutan asal mendapatkan uang untuk membiayai hidup dan kebutuhan keluarga saya," ujarnya saat ditemui di gubuknya, Rabu (30/9).
Sejak beberapa waktu lalu, Adrianus yang hanya tamat bangku SMP tinggal di lahan kosong milik kerabatnya.
Mereka hanya membangun gubuk sangat sederhana beratapkan seng bekas.
Untuk dinding, ia memanfaatkan tripleks bekas dari tempat kerjanya. Lantai rumah masih merupakan tanah kosong.
Untuk kebutuhan listrik, Adrianus harus numpang dari rumah tetangga.
Demikian pula air bersih ia dan keluarga numpang dari pipa tetangga. Untuk menampung air, ia memanfaatkan terpal bekas sebagai bak darurat. Sementara kamar mandi dan WC hanya ditutupi 4 lembar seng sebagai dinding dan tanpa atap.
Ia mengaku benar-benar kesulitan mendapatkan biaya untuk kehidupan keluarganya.
Hidupnya makin miris manakala ia tidak pernah mendapat perhatian pemerintah untuk mendapatkan bantuan.
Sebagai keluarga kurang mampu, Adrianus belum pernah tersentuh bantuan pemerintah seperti masyarakat kurang mampu lainnya.
Kendala utama yang dialami adalah ketiadaan KTP dan kartu keluarga. "KTP dan KK saya hilang tapi kami adalah warga Kota Kupang yang sudah tinggal sejak (tahun) 2008," tambahnya.
Kondisi ini membuat Bripka Endy Boko, anggota Polsek Maulafa, Polres Kupang Kota tergerak untuk membantu.
Anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Fatukoa ini pun menyisihkan beras jatah untuk membantu Adrianus Klakik dan keluarganya.
Kejadian yang tidak bisa dilupakan Adrianus Klakik sekeluarga terjadi pada Selasa (29/9) malam.
Saat itu Adrianus Klakik pulang tanpa membawa uang karena tidak ada pekerjaaan. Sementara di rumah Marince Nifu gelisah karena ketiadaan beras dan 2 anak yang masih bocah sedang menangis kelaparan.
Marince Nifu pun berusaha mencari jalan keluar namun semuanya buntu. Ia makin sedih saat suaminya pulang tanpa membawa uang.
Ia mencoba mengorek celengan dan masih tersisa uang receh Rp 18.000 dan dirasa cukup untuk membeli 2 kilogram beras.
Saat keluar ke kios, secara kebetulan Bripka Endy Boko datang mengantar beras jatah bulanan untuk disumbangkan kepada Adrianus sekeluarga.
"Saat itu saya benar-benar terharu karena terbantu," ujar Adrianus.
Bripka Endy Boko sendiri mengaku tergerak membantu Adrianus karena prihatin akan kehidupan Adrianus yang belum tersentuh bantuan.
"Saya prihatin dan bantuan yang sedikit kiranya bisa membantu mereka yang membutuhkan," ujarnya.
Bantuan beras ini rutin diberikan. Sang istri pun mendukung penuh langkah yang dilakukan Bripka Endy Boko karena benar-benar terdampak Covid-19.*