• Nusa Tenggara Timur

10 Ekor Paus Pilot Mati Terdampar di Pulau Raijua

Djemi Amnifu | Sabtu, 01/08/2020 07:59 WIB
10 Ekor Paus Pilot Mati Terdampar di Pulau Raijua Kapospol Raijua, Bripka Lifron Ratu berada di Pantai Lie Jaka mengamankan paus pilot yang mati terdampar, Kamis (30/7)

katantt - Sebanyak 11 ekor Paus Pilot terdampar di Pantai Lie Jaka dan Pantai Bekel Kelurahan Ledeunu Kecamatan Raijua Kabupaten Sabu Raijua,Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pukul 08.30 wita, Kamis (30/7)). Satu ekor Paus Biru berhasil lepas ke laut lepas dan 10 ekor mati. "Paus Pilot ini awalnya ditemukan sebanyak 5 ekor oleh Riwu Willa, seorang nelayan yang sedang melihat rumput laut di Pantai Lie Jaka. Enam ekor lainnya ditemukan nelayan di Pantai Bekel saat mencari ikan di sekitar dermaga baru Pantai Bekel," kata Kapolres Sabu Raijua, AKBP Jack Seubelan kepada wartawan, Kamis (30/7).

Penemuan Paus Pilot ini kata Jack, kemudian dilaporkan seorang nelayan, Riwu Willa kepada Camat Raijua, Titus Duri dan Kapospol Raijua, Bripka Lifron Ratu. Upaya penyelamatan sempat dilakukan bersama warga namun hanya satu ekor Paus Pilot yang berhasil selamat kembali ke laut.

Paus Pilot lainnya kata Jack, kemudian dikubur di tepi pantai namun empat ekor Paus Pilot yang terlanjur dipotong dibagi-bagi kepada warga. Sejauh ini, belum diketahui pasti penyebab 11 ekor Paus Pilot terdampar di Pantai Raijua Kabupaten Sabu Raijua.

Sementara Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Ikram Sangadji membenarkan sebanyak 11 ekor paus jenis paus pilot atau yang dikenal dengan sebutan "Short-Finned Pilot Whale" kembali terdampar di pantai Lie Jaka Kelurahan Ledeunu, Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua.

"Berdasarkan hasil pemantauan visual menunjukan bahwa sejumlah paus berjenis paus pilot. Dari 11 ekor paus pilot yang terdampar 10 ekor diantaranya dinyatakan mati sementara satu ekor lagi berhasil diselamatkan warga dan nelayan setempa," kata Ikram.

Ikram juga menambahkan untuk ukuran paus tersebut diperkirakan berkisar dari 2-7 meter. Dan dari 10 ekor yang mati itu ada satu ekor paus yang paling besar dan diduga sebagai pimpinan dari gerombolan paus itu.

Paus Pilot sendiri "merupakan paus yang sering jalan bergerombol, sehingga ada kemungkinan jumlah paus yang terdampar akan terus bertambah. Ada kemungkinan jumlah paus pilot yang terdampar itu akan terus bertambah," katanya.

Untuk sementara kata Ikram, mengingat jarak dari BKKPN ke Sabu Raijua membutuhkan satu hari perjalanan maka proses penguburan dan penyelamatan paus itu diarahkan menggunakan telepon seluler saja. Sementara personel dari BKKPN sendiri ujar dia baru akan diberangkatkan pada malam nanti dan diperkirakan akan tiba pada Jumat (31/7) besok.

"Penanganan sekarang sedang dilakukan penggalian lubang kubur oleh warga dan bangkai diamankan dengan cara diikat agar tidak kembali hanyut," ujarnya.

Terkait banyaknya mamalia laut yang dalam bulan Juli ini terdampar di perairan NTT, Ikram menilai secara alami diakibatkan karena paus tersebut mengikuti pergerakan arus yang membawa plankton-plankton ke wilayah pesisir.

"Karena keasyikan makan akhirnya mereka tak sadar bawah air laut makin surut, sehingga susah untuk kembali lagi ke laut yang dalam. Belum lagi karena banyaknya luka akibat tergores karang saat berusaha kembali ke laut yang dalam," katanya. (joy)

FOLLOW US