Selama tahun 2022, PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT meluncurkan sejumlah program strategis dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi di Provinsi Nusa Tanggara Timur (NTT).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI memberikan apresiasi terhadap kinerja Bank NTT sebagai Bank Pembangunan Daerah yang turut berkontribusi dalam mendorong perekonomian daerah melalui berbagai layanan perbankan
Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Komisariat Wilayah (Komwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Ke-17 pada tahun 2022 digelar selama 3 hari sejak tanggal 21 sampai 23 Juni 2022 di Kota Kupang.
Berbagai krisis global menyebabkan kemunduran yang nyata dalam pemulihan pasar tenaga kerja global, dengan meningkatnya ketimpangan di dalam dan antar negara, menurut laporan baru dari Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).
Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH mengapresiasi program pemulihan mandiri yang digagas Pusat Pengembangan Anak (PPA) GMIT Maranatha Oebufu bersama Yayasan Bantuan Kasih Indonesia (Compassion Indonesia).
Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemkeu, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan dana ini meningkat dari alokasi sebelumnya sebesar Rp695,2 triliun, atau meningkat 20,63 persen dari realisasi anggaran PEN 2020.
Pinjaman tersebut merupakan bagian dari sinergi SMF dan Bank DKI dalam mendorong percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya di sektor perumahan sekaligus memperluas akses pemilikan rumah yang layak dan terjangkau untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi DKI Jakarta.
“Saya mau dalam dua minggu ke depan, kita rapat bersama UMKM dengan melibatkan OJK dan perbankan. Kita cari tahu setiap UMKM masalahnya pada apa, kita lihat produknya apa, masalah apa yang dihadapi pada masa pandemi Covid-19 ini, apakah ada kendala dalam pemasaran," tegas Gubernur NTT, Viktor Bungtilus Laiskodat saat membahas Strategi Percepatan Pembangunan dan Pemulihan Ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/8).