Pemprov NTT Gandeng UMKM Pulihkan Ekonomi

Djemi Amnifu | Rabu, 26/08/2020 17:09 WIB
Pemprov NTT Gandeng UMKM Pulihkan Ekonomi Gubernur NTT, Viktor Bungtilus Laiskodat bersama Bupati Kupang, Korinus Masneno, Kepala Kantor Bank Indonesia NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja OJK NTT Robert Sianipar,dan Dirut Bank NTT Harry Riwu Kahotampil sebagai narasumber pada Strategi Percepatan Pembangunan dan Pemulihan Ekonomi di Provinsi NTT, Rabu (26/8).

kataNTT--Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana memulihkan kondisi ekonomi dengan melibatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pasca penetapan new normal di tengah wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi tidak bisa oleh pemerintah namun semua pelaku ekonomi. “Saya mau dalam dua minggu ke depan, kita rapat bersama UMKM dengan melibatkan OJK dan perbankan. Kita cari tahu setiap UMKM masalahnya pada apa, kita lihat produknya apa, masalah apa yang dihadapi pada masa pandemi Covid-19 ini, apakah ada kendala dalam pemasaran," tegas Gubernur NTT, Viktor Bungtilus Laiskodat saat membahas Strategi Percepatan Pembangunan dan Pemulihan Ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/8).

Karena itu, Viktor minta semua pihak mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, masyarakat, perbankan, lembaga keuangan hingga pelaku usaha termasuk UMKM. sejauh ini kinerja pemerintah masih sebatas perencanaan program sampai sampai kepada pelaksanaan dan pengawasan di lapangan.

"Walau pemerintah mendesain program pemulihan dengan baik tapi SDM pengelola di lapangan masih bermasalah tentu harus kita tangani bersama,” kata Viktor.

Ia menambahkan penanganan ekonomi daerah harus punya target tertentu agar bisa mencapai hasil maksimal. Karena itu, harus dikelola dengan cara kerja yang luar biasa untuk menuju pada pemulihan aktivitas ekonomi.

Narasumber lainya, Kepala Kantor Bank Indonesia NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan pemulihan ekonomi akan didukung dengan biaya-biaya perbankan untuk mendorong pengembangan potensi yang ada di NTT.

Ia menyebut total anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk pemulihan ekonomi tahun 2020 senilai Rp 677 triliun dan Rp 356 triliun di tahun 2021. Dan potensi pemulihan ekonomi di NTT antara lain garam, kopi, jambu mente dan sapi.

Sementara Bupati Kupang, Korinus Masneno mengatakan Pemerintah Kabupaten Kupang mendukung pemulihan ekonomi mulai dari sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.

“Dalam kondisi seperti ini, kita harus bisa bangkit kembali. Pemulihan kita mulai dari pertanian, perkebunan dan perikanan," ujarnya.

Di Kabupaten Kupang khusus untuk pertanian tahun akan panen jagung dalam mendukung Program Tanam Jagung Panen Sapi.
Kini Kabupaten Kupang akan segera panen jagung di atas lahan seluas 1000 hektare.

"Kita kerja bersama mulai dari pengelolaan lahan, air, pengelolaan jagung hingga menghasilkan produksi sapik. Lokasi kami yang dekat dengan provinsi dan tentunya sangat membantu dan memudahkan kami untuk masuk dalam pasar,” kata Korinus.

Direktur Utama Bank NTT Harry A. Riwu Kaho mengatakan, dibutuhkan spirit untuk membangkitkan semangat bersama Pemerintah, Pemangku Kepentingan dan juga kolaborasi antar berbagai pihak untuk mendukung pemulihan ekonomi diberbagai sektor.

Sejalan dengan itu, Kepala OJK NTT Robert Sianipar mengatakan sektor jasa keuangan sangat ingin mendorong pemulihan ekonomi NTT dengan pola memadukan sektor real dengan sektor keuangan. Dan juga relaksasi terutama bagi UMKM yang memiliki kapasitas besar dalam pemulihan ekonomi. (*/joy)

Keywords :

FOLLOW US