Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol Dedi Prasetyo bersama perwakilan Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 meninjau kondisi pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Hunian Sementara (Huntara) II Desa Konga, Kecamatan Titehena, Flores Timur, Sabtu (29/11/2025).
Aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur kembali meningkat. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), periode pengamatan Minggu (28/9/2025) pukul 00.00–06.00 Wita, gunung dengan ketinggian 1.584 mdpl tersebut masih berada pada Level IV (Awas).
Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, yang kini berstatus awas atau level IV Senin (22/9/2025) pagi mengalami erupsi. Kali ini, gunung tersebut mengeluarkan semburan abu vulkanik mencapai dua kilometer diatas puncak.
Gunung Lewotobi Laki-laki yang kini berstatus awas atau level IV pada Minggu (21/9/2025) siang mengalami erupsi dengan semburan abu vulkanik mencapai 2,5 kilometer di atas puncak.
Gunung Lewotobi Laki-laki, di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalami erupsi eksplosif pada Jumat (1/8/2025) malam, pukul 20:48 wita. Erupsi kali ini dengan tinggi kolom letusan mencapai 10 kilometer di atas puncak kawah.
Anggota Polres Flores Timur bersama personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) gencar melaksanakan tugas kemanusiaan dalam menangani dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur.
Biddokkes Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi yang tersebar di empat titik posko pengungsian di Kabupaten Flores Timur. Hingga Kamis (10/7/2025) tercatat sebanyak 4.063 jiwa berada di posko Konga, Kobasoma, Bokang, dan Lewolaga.
Senin (7/7/2025) malam kembali terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, di Kabupaten Flores Timur. Erupsi lanjutan terjadi pada pukul 19:32 Wita dengan tinggi kolom abu teramati ± 13.000 meter di atas puncak (± 14.584 meter di atas permukaan laut).
Dampak dari erupsi gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur tidak saja dirasakan warga di sekitar Kabupaten Flores Timur. Namun abu vulkanik dan kerikil pasca erupsi pada Senin (7/7/2025) berdampak hingga ke kabupaten tetamgga.