Sesosok mayat pria ditemukan di Perairan Pantai Oeteta, Kabupaten Kupang. Pada Rabu, 2 September 2026, sekitar pukul 02.30 wita, seorang nelayan bernama Stev bersama rekan-rekannya sedang menarik jaring ikan di Perairan Pantai Oeteta arah barat, Kabupaten Kupang.
Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Timor Tengah Selatan (TTS) menuntaskan kasus penganiayaan berat. Dalam kasus ini, Gustaf Nabuasa yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten TTS meninggal dunia akibat penganiayaan yang dialaminya.
Polda NTT sudah menetapkan tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sebagai tersangka dalam kasus dugaan intimidasi pada Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau biasa disapa dr. Icha
Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dilaporkan hilang sejak tiga pekan lalu. Setelah tiga pekan dua hari tanpa kabar, ibu rumah tangga ini malah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dalam kondisi sudah membusuk.
Direktorat Reskrimsus Polda NTT mengamankan GJEF alias Gamma, admin akun Lika-liku NTT terkait pelanggaran ITE. Gamma diamankan pada jumat 21 Agustus 2026 tengah malam sekitar pukul 23.00 wita, di wilayah Maulafa, Kota Kupang.
Anggota Jatanras Polresta Kupang mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Kupang. Dalam pengungkapan kasus Curanmor ini, aparat kepolisian mengamankan lima pelaku sekaligus pada Jumat (21/8/2026).
Dominikus Seran (67), warga Dusun Raiksouk, Desa Leunklot, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka,ditemukan dalam Kali Motadelek, Desa Leunklot, Kecanatan Weliman, Kabupaten Malaka telah meninggal dunia. Jenazah korban ditemukan pada Jumat (21/8/2026) petang.
SORE itu, Jumat (21/8/2026) suasana di Pesisir Pantai Oesapa, tidak berbeda dengan hari biasanya. Aktifitas nelayan berjalan seperti biasa. Sejumlah nelayan terlihat sibuk menjemur ikan hasil tangkapan yang tidak seberapa. Anak-anak kecil berlarian di pasir sambil berkejar-kejaran baermain bola. Sementara emak-emak terlihat sibuk memasak di dapur menyiapkan menu makan malam.
Tepat 17 tahun sejak 21 Agustus 2009, petaka tumpahan minyak dari anjungan Montara di Laut Timor-Australia telah menghancurkan lebih dari 100 ribu mata pencaharian rakyat Indonesia di Timor Barat dan Nusa Tenggara Timur.