Totalitas Jenderal Johni Asadoma di Dunia Tinju

Imanuel Lodja | Kamis, 19/11/2020 13:33 WIB

Nama Johni Asadoma tidaklah asing di dunia tinju. Dia adalah mantan petinju tangguh Indonesia di awal tahun 1980an. Ketua Umum PP Pertina, Irjen Pol Johni Asadoma

katantt.com--Nama Johni Asadoma tidaklah asing di dunia tinju. Dia adalah mantan petinju tangguh Indonesia di awal tahun 1980an.

Populer saat berjaya sebagai atlit, setelah 36 tahun, dia tetap dikenal di dunia olahraga khususnya tinju.

Hal ini disebabkan karena totalitasnya di dunia tinju dan juga karir cemerlang di profesinya sebagai seorang anggota Polri.

Ya, di saat karier tinjunya sedang di puncak, dalam usia yang masih sangat muda, 19 tahun, Johni mundur dari gemerlapnya kehidupan sebagai seorang juara demi meniti masa depan yang lebih menjanjikan.

Keputusan untuk mundur dari dunia olahraga dan mencoba keberuntungan di dunia kepolisian.

Ternyata keputusan tersebut sangat tepat karena Johni berhasil lulus dalam seleksi untuk masuk Akademi Kepolisian.
Setelah lulus Akademi Kepolisian, kariernya perlahan tapi pasti terus menanjak, sehingga saat ini berhasil mencapai pangkat Inspektur Jenderal Polisi dengan jabatan yang cukup bergengsi sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri.

Suatu sukses yang luar biasa, karena sukses tidak saja pada saat sebagai atlit tapi juga sukses di profesi yang berbeda yaitu kepolisian.

Lalu bagaimana totalitasnya di dunia tinju?

Johni memulai karier sebagai petinju di usia 15 tahun, di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Setelah berlatih benerapa bulan, Johni ikut dalam pertandingan antar sasana di Kupang, tapi langsung kalah pada babak penyisihan.

Kalah pada pertandingan pertamanya tidak membuat Johni patah semangat, tapi justru memicu semangatnya untuk terus berlatih tanpa memgenal waktu di sasana tinju Cendana Mekar Indah di bawah asuhan pelatih David Radja.

Menurut Johni, dia tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang juara sampai ke tingkat internasional.

Dia hanya berlatih dan berlatih, karena dia sangat hobi olahraga.

Di sasana tinju, jadwal berlatih 3 kali seminggu, tapi Johni berlatih setiap hari.

Fasilitas yang sangat minim tidak pernah membuat dia kehilangan semangat atau malas-malasan.

Talentanya mulai terlihat setelah dia berhasil menjadi juara di Kupang dan mewakili NTT pada Kejurnas tinju di Semarang tahun 1982.

Walau hanya merebut perunggu, tapi karena penampilannya yang sangat taktis, stylish dan efficient, membuat pelatih bertangan dingin Daniel Bahari mulai meliriknya.

Setelah medali perunggu di penampilan keduanya di Kejurnas Sarung Tinju Emas 1982, Daniel Bahari langsung merekrut Johni masuk tim pelatnas Sea Games XII tahun 1983 di Singapura.

Pilihan Daniel Bahari tidak salah, karena di Sea Games tersebut berhasil maraih medali emas setelah mengalahkan petinju Singapura di babak penyisihan, mengalahkan petinju Myanmar di babak semi final dan mengalahkan petinju Thailand di babak final.

Dia total menekuni olahraga tinju, dari atlit sampai menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Pertina.

Totalitas ini dapat dilihat pada pengabdiannya di dunia tinju sebagai berikut:

1. Juara tinju kelas layang tahun 1981 di Kupang
2. Juara pada kejuaraan tinju Piala Pangdam Udayana tahun 1982 di Mataram-NTB
3. Medali perunggu kelas layang Kejuraan Tinju Nasional Senior tahun 1982 di Semarang
4. Medali Emas kelas layang Sea Games XII tahun 1983 di Singapura
5. Medali perunggu kelas ringan kejuaraan Tinju Nasional tahun 1983 di Surabaya
6. Medali Emas kelas ringan Kejuaraan Tinju Internasional Piala Presiden VII tahun 1984 di Jakarta
7. Medali emas Kejuaraan Tinju Nasional Senior tahun 1984 di Lampung
8. Mewakili Indonesia pada Olympiade ke 23 tahun 1984 di Los Angeles-Amerika Serikat, di kelas Bantam.
9. Pelatih tim tinju Indonesia pada Kejuaraan tinju Internasional Mayor`s Cup Manila, Philipine tahun 1993
10. Lulus ujian Wasit/Hakim Nasional
11. Lulus ujian Wasit/ Hakim Asia
12. Lulus ujian Wasit Internasional (AIBA).
13. Manager Tim Tinju Indonesia pada Piala Presiden tahun 2000 di Bali
14. Manager tim tinju Indonesia pada Piala Presiden tahun 2004 di Batam
15. Ketua panitia Kejuaraan Tinju Nasional Piala Brimob tahun 2000 di Jakarta
16. Ketua panitia Kejuaraan Tinju Nasional Piala Kapolda Sumut tahun 2004 di Langkat
17. Ketua panitia Kejuaraan Tinju Nasional Piala Kapolda Sumut tahun 2005 di Langkat
18. Ketua panitia Kejuaraan Tinju Nasional Piala Kapolda Sumut tahun 2006 di Medan
19. Ketua panitia Kejuaraan Tinju Nasional Piala Kapolda Sumut di Langkat
20. Ketua Organizing Committee Asian Games XVIII, tahun 2018 di Jakarta.
21. Ketua Umum Pengurus Pusat Pertina periode tahun 2016-2020.

Dari catatan di atas, rasanya sulit dicari tandingannya diantara atlit nasional yang mempunyai catatan seperti Irjen Pol Johni Asadoma.

Dari segi prestasi, Johni masih kalah jauh dari atlit-atlit Indonesia lainnya.

Tapi dari segi totalitas, disamping Johni pernah menjadi atlit berprestasi karena menjadi juara Nasional, peraih medali emas Sea Games, peraih medali emas President`s Cup dan mewakili Indonesia pada Olympiade, yang merupakan prestasi gemilang.

Johni juga pernah menjadi pelatih tim nasional, team manager, Wasit AIBA, ketua panitia kejuaraan tinju dari tingkat nasional, internasional hingga Asian Games, yang juga merupakan capaian yang sulit dicari tandingannya di Indonesia. Disamping itu Johni juga sebagai komentator kejuaraan-kejuaraan tinju dunia di TV One.

Selama memimpin Pertina, beberapa prestasi telah ditorehkan, diantaranya:

1. Indonesia Meraih Medali Emas pada kejuaraan Open Tournament International  Ulanbatar Cup 2017

2. Merebut 1 Medali Emas, 1 Medali Perak dan 1 perunggu pada Sea Games ke XVIII tahun 2017 di Kuala Lumpur

3. Berhasil mereput 1 Medali Perak dan 2 Medali Perunggu pada Internasional Tournament Boxing Nicolai Manger Cup di Ukraina Tahun 2018

4.Meraih 2 Medali Perunggu pada ASEAN GAMES XVIII di Jakarta pada tahun 2018
Peraihan medali ini setelah 20 tahun Indonesia tidak mendapatkan medali pada ASEAN GAMES.

5.Menyelenggarakan Kejuaraan Internasional Tinju  Piala Kapolri ke-2 tahun 2018 yang diikuto oleh 10 negara, dimana Indonesia berhasil mendapatkan 3 Medali Emas, 6 Medali Perak dan 18 Medali perunggu.

6.Meraih 4 Medali Perunggu pada Tournament Belt and Road Chinese Boxing International  tahun 2019

7.Meraih 1 Medali Emas, 1 Medali Perak dan 1 Medali Perunggu pada International Tournament  LVIV Boxing Cup di Ukraina tahun 2019

8. Meraih 2 Medali Emas dan 2 Medali Perak pada Kejuaraan Tinju China Asean Belt and Road di Nanning China tahun 2019.

9. Menyelenggarakan Kejuaraan Internasional Tinju Piala Presiden ke-23 tahun 2019 di Labuan Bajo, NTT, yang diikuti oleh 17 negara.
Indonesia berhasil meraih 4 Medali Emas, 2 Medali Perak dan 13 Medali Perunggu.
Ini adalah Prestasi terbaik yang pernah dicapai Tim Tinju Indonesia selama sejarah penyelenggaran Piala Presiden.

10. Meraih 2 Medali Perak dan 4 Medali Perunggu pada Sea Games 2019 di Manila.

Dalam bidang wasit hakim, Johni berhasil meningkatkan level wasit:

1.Menaikkan 2 orang wasit level bintang 2 ke level 3 bintang AIBA, sebelumnya tidak ada wasit bintang 3 AIBA.

2. Menaikkan 7 orang wasit level bintang 1 menjadi level bintang 2, dimana sebelumnya Indonesia hanya memiliki 1 wasit level bintang 2 AIBA.

3. Menaikkan 17 Wasit nasional menjadi wasit level bintang 1 AIBA.

Dalam bidang kepelatihan, selama kepengurusan ini Johni berhasil :

1. Menambah 1 pelatih bintang 2, yang mana sebelumnya Indonesia tidak memiliki pelatih bintang 2.

2. Mencetak 14 pelatih nasional menjadi pelatih bintang 1 AIBA.

Disamping itu, Johni juga berhasil mempromosikan 1 orang ke posisi Technical Delegate (TD) AIBA yang merupakan syarat untuk dapat menjadi organizer pertandingan pada kejuaraan Internasional.

Ini juga merupakan prestasi spektakuler karena belum pernah ada orang Indonesia sebelumnya yang berhasil duduk sebagai TD.

Kepengurusan dibawah pimpinan Irjen Pol Johni Asadoma, juga berhasil menempatkan 1 orang sebagai anggota Executive Committee pada Badan Tinju Amatir Dunia (AIBA).

Posisi ini juga belum pernah dijabat oleh orang Indonesia selama sejarah tinju Indonesia.

Baru di era Johni inilah tinju Indonesia mendapat tempat pada organisasi tinju amatir dunia.

Kesuksesan di dunia tinju diikuti pula dengan kesuksesan di profesi kepolisian dan pendidikan.

Kariernya di kepolisian juga gemilang. Dimulai dari jabatan Danton Brimob, Danki, Danyon, Kapolres Binjai-Sumut, Kepala Bagian pada Divisi Hubungan Internasional Polri, lalu mendapat promosi Brigjen sebagai Kepala Biro Misi Internasional pada Divisi Hubungan Internasional, Wakapolda Sulawesi Utara, Wakapolda Nusa Tenggara Timur dan sejak bulan Juli 2020, mendapat promosi jabatan Kepala Divisi Hubungan Internasional, dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi.

Dunia pendidikan juga menjadi perhatian Johni. Setalah lulus Akademi Kepolisian tahun 1989, Johni melanjutkan ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 1994-1996, dan lulus S1 dengan titel Drs.

Kemudian Johni melanjutkan ke pendidikan Pasca Sarjana S2 hukum di Universitas Sumatera Utara- Medan.

Saat ini Johni sedang menyelesaikan pendidikan S3 Administrasi Publik, Universitas Nusa Cendana Kupang-NTT.

Selama menjadi anggota Polri, banyak pendidikan luar negeri yang diikuti oleh Johni, diantaranya :

1. Asia Pacific Center For Security Studies (APCSS) Advance Security Cooperation Course di Hanolulu, Hawai;

2. Interpol People Smuggling Conference Lyon, France;

3. International Master Class Di Amsterdam, Netherland;

4. FBI LEEDA Annual Conference Di Nashville, Tennessee, USA;

5. Workshop On Cyberia: Identity, Cybespace & National Security Views On Regional Cooperation - APCSS di Singapore;

6. High-Level Conference On International Policekeeping In The 21st Century: The Right Capacity For New Challenges Di Berlin, Jerman;

7. 125th Police Management Development Program, Australian Institute Of Police Management (AIPM) Di Sydney, Australia;

8. Foreign Senior Police Officers Course di Jepang;

9. Forensic Science And Crime Prevention di South Korea;

10. Indonesian Netherlands Legal Update, Den Haag di Belanda;

11. Konferensi Internasional Tentang Pendidikan Polisi Di Negara Konstitusional Demokratis di Bavaria Jerman;

12. International Association Chief Of Police Conference di Chicago U.S.A;

13. Standing Police Capacity & Workshop On Leadership Police Curriculum Course di Brindisi, Italy.

Johni juga pengalaman dalam penugasan pada misi pemeliharaan perdamaian PBB.

Johni tercatat tiga kali mengikuti misi pemeliharaan perdamaian PBB, yaitu dua kali pada misi United Nations Mission in Bosnia Herzegovina (UNAMID) tahun 2000 dan tahun 2002 dan sebagai Komandan Satgas Formed Police Unit (FPU), Kontingen Garuda Bhayangkara II pada United Nations African Union Mission in Darfur (UNAMID) tahun 2009.

Saat ini Johni adalah Ketua Umum Pengurus Pusat Pertina yang sebentar lagi akan melaksanakan Munas dengan salah satu agenda pemilihan Ketua Umum Baru.

Johni berniat akan ikut dalam pemilihan Ketum baru dan apabila terpilih Johni berjanji akan bekerja maksimal untuk membangun prestasi tinju Indonesia lebih baik lagi.

Dengan pengalaman sebagai Ketua Umum periode 2016-2020, Johni sudah memetakan kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki dalam pembinaan ke depan. Semoga...

TAGS : Jenderal Tinju