Polri-TNI Sinergis di Selatan Indonesia, Ajari Anak Putus Sekolah Membaca dan Menulis

Imanuel Lodja | Rabu, 21/10/2020 20:06 WIB

Puluhan anak usia sekolah di Desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur mengalami putus sekolah. Puluhan anak putus sekolah Desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, sementara mengikuti Kegaiatan belajar mengajar dari anggota TNI AL, Lettu Laut Wahyudi, Serka Marinir I Kadek Sumayasa dan Babinkamtibmas Desa Oeseli, Polsek Rote Barat Daya, Brigpol Marsel BW Henukh.

katantt.com--Puluhan anak usia sekolah di Desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur mengalami putus sekolah.

Banyak anak usia sekolah yang tinggal di pulau terselatan NKRI ini belum bisa membaca dan menulis.

Bhabinkamtibmas desa Oeseli, Brigpol Marsel BW Henukh kemudian berinisiatif mengajari anak-anak putus sekolah tersebut.

Ia kemudian menggandeng anggota TNI guna mengajari puluhan anak putus sekolah ini.

Rabu (21/10), Brigpol Marsel BW Henukh mengumpulkan anak-anak putus sekolah di Pos Satgas Pamputer di Dusun Leteduluk, Desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao untuk bimbingan belajar rutin.

Proses belajar ini dikhususkan bagi anak-anak yang berada di pesisir Pantai Oeseli yang bersekolah dan putus sekolah.

Ada 28 orang anak hadir. Selain diajari belajar membaca, berhitung dan menulis, puluhan anak ini diajari tentang wawasan kebangsaan dan bela negara.

Materi yang diberikan tentang nilai-nilai dan pemahaman lima sila yang terdapat pada lambang negara Indonesia yaitu "Pancasila" yang dilambangkan dengan burung garuda.

"Kegiatan ini kita gelar guna menanamkan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air kepada seluruh peserta yang dibimbing," tandasnya.

Sebanyak 28 anak ini dilatih oleh pembimbing Paspotmar Lanal Pulau Rote, Lettu Laut Wahyudi, Danpos Satgas Pamputer, Serka Marinir I Kadek Sumayasa dan Babinkamtibmas Desa Oeseli, Polsek Rote Barat Daya, Brigpol Marsel BW Henukh.

Selama kegiatan berlangsung, pembimbing dan peserta mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum proses belajar mengajar.

Kegiatan ini rutin dilakukan setiap pekan sehingga anak putus sekolah bisa terbantu dan memiliki ilmu pengetahuan yang memadai.

 

 

TAGS : Polri-TNi Majukan Pendidikan