• Nusa Tenggara Timur

Satu Sekolah Tumbang: 137 Siswa dan Guru SDN Ulu Belang Alami Gejala Medis Massal

Wilibrodus Jatam | Kamis, 12/02/2026 11:59 WIB
Satu Sekolah Tumbang: 137 Siswa dan Guru SDN Ulu Belang Alami Gejala Medis Massal Kondisi ruang kelas SDN Ulu Belang yang tampak sepi dan lesu setelah ratusan siswa dan guru dilaporkan jatuh sakit secara massal.

KATANTT.COM---Aktivitas belajar mengajar di SDN Ulu Belang, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, lumpuh total pada Kamis (12/2/2026). 

Sebanyak 131 siswa dan 6 guru dilaporkan jatuh sakit secara bersamaan dengan gejala serupa, yakni demam tinggi, mual, muntah, hingga diare hebat.

Kondisi darurat ini membuat suasana sekolah yang biasanya ramai berubah mencekam. 

Dari total seluruh siswa, hanya 54 anak yang sempat hadir pagi tadi, sementara sisanya terkapar tak berdaya di rumah masing-masing.

Kepala SDN Ulu Belang, Lena Lensiana Ije, mengungkapkan bahwa indikasi gangguan kesehatan mulai terlihat sejak Rabu kemarin, tepat setelah para siswa dan guru menyantap menu nasi telur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Sejumlah siswa mulai mengalami demam sejak Rabu kemarin dan segera kami arahkan untuk pulang. Namun, kondisi mencapai puncaknya pada malam hari dan kian memburuk," ujar Kepala SDN Ulu Belang yang akrab disapa Encik saat dikonfirmasi pada Kamis siang.

"Tidak hanya siswa, saya sendiri beserta lima guru lainnya juga jatuh sakit; saya bahkan sempat mengalami menggigil hebat," tambahnya.

Dugaan Keracunan atau Wabah Penyakit?

Meski waktu kejadian berdekatan dengan konsumsi menu MBG, pihak sekolah belum berani menyimpulkan penyebab pasti. 

Pasalnya, terdapat laporan bahwa sejumlah balita di lingkungan sekitar sekolah juga mengalami gejala yang identik, padahal mereka tidak mengonsumsi makanan dari sekolah tersebut.

"Kami masih sangat berhati-hati. Apakah ini murni karena makanan atau ada wabah penyakit lain yang terjadi bersamaan? Ada informasi anak balita di sekitar sini yang tidak makan menu sekolah pun sakitnya sama," pungkasnya.

Langkah Darurat: Sekolah Dipulangkan Lebih Awal

Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan, pihak sekolah memutuskan untuk memangkas jam belajar hingga pukul 10.00 WITA. 

Langkah ini diambil agar guru dan siswa yang tersisa dapat segera beristirahat dan mencari pengobatan.

Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Puskesmas Ponggeok untuk menyelidiki penyebab pasti kejadian luar biasa (KLB) ini.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefrin Harianto, mengonfirmasi bahwa tim medis telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan observasi lapangan.

"Teman-teman (tenaga kesehatan) sedang di lapangan," jawab Jefrin singkat melalui pesan WhatsApp.

Hingga saat ini, warga sekolah dan masyarakat sekitar masih menunggu hasil investigasi medis untuk memastikan apakah peristiwa ini disebabkan oleh kontaminasi makanan atau serangan wabah penyakit menular.

FOLLOW US