• Nusa Tenggara Timur

Agen Pro-Demokrasi: BEM FPP UNIKA Ruteng Perdalam Ilmu Pengawasan Pemilu di Bawaslu Manggarai

Wilibrodus Jatam | Senin, 02/02/2026 20:14 WIB
Agen Pro-Demokrasi: BEM FPP UNIKA Ruteng Perdalam Ilmu Pengawasan Pemilu di Bawaslu Manggarai Sinergi Bawaslu Manggarai dan BEM FPP UNIKA Santu Paulus Ruteng dalam program Konsolidasi Demokrasi, Senin (2/2/2026).

KATANTT.COM---Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Manggarai terus berkomitmen memperkuat fondasi demokrasi di tingkat daerah. Salah satu langkah konkretnya adalah melalui program Konsolidasi Demokrasi, yang kali ini dilaksanakan bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UNIKA Santu Paulus Ruteng.

Kegiatan diskusi yang berlangsung santai namun dinamis ini digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Manggarai, Ruteng, pada Senin (2/2). Pertemuan ini bertujuan untuk mengubah paradigma masyarakat dari demokrasi yang sekadar bersifat administratif menjadi demokrasi yang lebih substantif.

Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai, Fortunatus Hamsah Manah, menegaskan bahwa konsolidasi demokrasi adalah upaya edukasi berkelanjutan. Menurutnya, pemahaman masyarakat selama ini sering kali terbatas pada partisipasi saat pemungutan suara saja.

"Demokrasi bukan hanya terjadi saat Pemilu. Esensi demokrasi yang substantif harus hadir dalam seluruh aspek kebijakan publik, mulai dari penyusunan regulasi hingga penerapan pembangunan," kata Alfan.

Ia mencontohkan, pasca Pemilu, masyarakat memiliki hak dan kewajiban untuk mengawasi jalannya pemerintahan. Hal ini penting agar pemilih dapat mengevaluasi apakah visi-misi yang dijanjikan saat kampanye benar-benar terealisasi sebelum memasuki siklus Pemilu berikutnya.

Lebih lanjut, Alfan membagi konsep demokrasi menjadi dua pilar utama: Demokrasi Politik dan Demokrasi Ekonomi. Keduanya bermuara pada kedaulatan rakyat yang mandiri secara ekonomi dan politik, sesuai prinsip "dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat."

Alfan menaruh harapan besar kepada para mahasiswa sebagai agen pro-demokrasi. Ia mendorong kaum intelektual muda untuk terus menghidupkan praktik demokrasi, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menanggapi hal tersebut, Ketua BEM FPP UNIKA Santu Paulus Ruteng, Florentianus Nadriyani Mbey, mengapresiasi ruang diskusi yang dibuka oleh Bawaslu. Ia menekankan bahwa kualitas sebuah diskusi jauh lebih berharga daripada jumlah peserta yang hadir.

"Kami mendapatkan ilmu baru, terutama mengenai makna demokrasi yang sesungguhnya. Saya berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut ke depannya," ungkap Florentianus.

Sebagai bentuk tindak lanjut, pihak BEM FPP berkomitmen untuk menghidupkan iklim demokrasi di tingkat kampus serta mengintegrasikannya dalam kegiatan pengabdian masyarakat, selaras dengan semangat Tri Darma Perguruan Tinggi.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong kesadaran kolektif di setiap lapisan masyarakat, sehingga kualitas demokrasi dan penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Manggarai semakin baik demi tercapainya kesejahteraan rakyat yang merata.

FOLLOW US