Warga binaan Rutan Kelas IIB Ruteng beraktivitas di bengkel kerja pembuatan furniture sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
KATANTT.COM--Dalam satu tahun pelaksanaan Asta Cita Presiden serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, berbagai capaian nyata terus diwujudkan oleh lembaga pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Salah satunya oleh Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Ruteng yang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung arah kebijakan nasional di bidang pembinaan dan kemandirian warga binaan.
Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rutan Kelas IIB Ruteng secara konsisten menghadirkan inovasi dan langkah nyata dalam mendukung program pemerintah, mulai dari ketahanan pangan hingga pembinaan kemandirian.
Ubah Lahan Tandus
Salah satu program unggulan Rutan Ruteng adalah pengembangan lahan pertanian produktif. Dengan semangat kemandirian, lahan berbatu karang yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini disulap menjadi lahan subur yang menghasilkan berbagai tanaman pangan.
Lahan kosong di area Lapas lama, Kelurahan Mbaumuku, kini bertransformasi menjadi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), tempat pembinaan warga binaan sekaligus pusat kegiatan pertanian produktif.
"Kami ingin membuktikan bahwa warga binaan bukan hanya menjalani hukuman, tetapi juga berkontribusi untuk ketahanan pangan nasional. Dengan memanfaatkan setiap jengkal tanah, kami mendidik mereka agar mandiri, produktif, dan siap kembali ke masyarakat," ujar Kepala Rutan Kelas IIB Ruteng, Saiful Buchori, Senin (20/10/2025).
Selain lahan SAE, Rutan Ruteng juga mengembangkan pertanian di dalam area rutan sebagai bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden yang menekankan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
Kepedulian Sosial
Rutan Ruteng tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga aktif menunjukkan kepedulian sosial melalui program bakti sosial rutin setiap bulan.
Program ini menyasar keluarga warga binaan, masyarakat sekitar yang membutuhkan, dan kelompok rentan lainnya.
"Bakti sosial adalah bentuk kehadiran kami di tengah masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa Rutan bukan tempat yang tertutup, melainkan bagian dari kehidupan sosial yang memiliki tanggung jawab moral untuk berbagi," jelas Saiful Buchori.
Bersih dari Halinar
Dalam mendukung gerakan nasional pemberantasan HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba), Rutan Kelas IIB Ruteng melaksanakan penggeledahan rutin setiap minggu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan lingkungan rutan bebas dari praktik-praktik ilegal.
"Kami menegakkan disiplin tanpa kompromi. Pengawasan dan penggeledahan rutin adalah cara kami menjaga kepercayaan publik serta integritas lembaga pemasyarakatan," tegas Saiful Buchori.
Warga Binaan Mandiri
Bidang kemandirian warga binaan juga menjadi perhatian utama. Melalui kerja sama dengan mitra lokal, Rutan Ruteng mengembangkan pelatihan pembuatan furniture berbahan kayu, yang memberi kesempatan bagi warga binaan untuk berlatih dan menghasilkan produk bernilai ekonomi.
"Kami ingin memastikan warga binaan keluar dari sini dengan keterampilan yang nyata. Mereka harus siap bersaing, mandiri, dan tidak kembali ke jalur yang salah," ungkap Saiful Buchori.
Penguatan Keamanan
Untuk menjaga stabilitas keamanan, Rutan Ruteng menjalankan deteksi dini melalui rolling gembok, pengawasan kunci, dan penguatan komitmen petugas.
Di sisi lain, dukungan terhadap program lingkungan diwujudkan lewat penanaman bibit kelapa bersama berbagai instansi terkait.
"Kami tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan. Menanam kelapa adalah simbol komitmen jangka panjang kami untuk masa depan yang hijau dan produktif," tambah Saiful Buchori.
Kontribusi Nyata
Berbagai capaian tersebut menjadi bukti bahwa Rutan Kelas IIB Ruteng adalah lembaga yang aktif, inovatif, dan berkomitmen tinggi terhadap visi pemasyarakatan modern yang humanis dan produktif.
"Setahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem pemasyarakatan yang berkeadilan, berdaya saing, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan bangsa," tutup Saiful Buchori.