• Nusa Tenggara Timur

Kisah Inspiratif Fransiskus Jemparut, Dari Setir Taksi Jadi Sopir Bupati dan Kini PPPK

Wilibrodus Jatam | Selasa, 14/10/2025 05:56 WIB
 Kisah Inspiratif Fransiskus Jemparut, Dari Setir Taksi Jadi Sopir Bupati dan Kini PPPK Fransiskus Ancik Jemparut, mantan sopir taksi yang kini resmi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Manggarai, berpose di samping mobil dinas yang selama ini ia kemudikan untuk Bupati Manggarai.

KATANTT.COM---Senin pagi, 13 Oktober 2025, menjadi hari yang tak terlupakan bagi Fransiskus Jemparut, pria sederhana yang akrab disapa Ancik. Di antara 293 nama penerima Surat Keputusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (SK PPPK) Tahap II, tertera namanya, sebuah momen yang membuat air matanya jatuh perlahan.
 
Bukan air mata duka, melainkan ungkapan syukur atas perjalanan panjang yang penuh liku, dari sopir taksi antarkampung hingga kini resmi menjadi aparatur pemerintah di Kabupaten Manggarai.
 
"Perasaan saya luar biasa. Bersyukur sekali. Terima kasih kepada Bapak Bupati Hery Nabit dan Bapak Ito Mboi yang telah membimbing saya sampai di titik ini," tutur Ancik dengan mata berkaca-kaca.
 
Awal Perjalanan: Dari Jalanan Ruteng–Cancar
 
Lahir dan besar di Desa Poco Likang Kecamatan Ruteng, Ancik tumbuh dalam kesederhanaan. Pendidikan formalnya hanya sampai jenjang SMP, namun semangat bekerja tak pernah padam. Tahun 2000, ia mulai memegang setir taksi jurusan Ruteng–Cancar.
 
"Waktu itu saya hanya ingin bekerja, asal bisa bantu keluarga," kenangnya dengan senyum tipis.
 
Setiap hari ia menelusuri jalanan berbatu di antara desa dan kota, mengantarkan penumpang, menghidupi keluarga dari keringat dan ketekunan. Dari balik kemudi, ia belajar arti ketulusan dan tanggung jawab, dua nilai yang kelak membentuk karakter pengabdiannya.
 
Titik Balik: Dipercaya Jadi Sopir DPR
 
Peruntungan hidupnya berputar pada tahun 2007. Saat itu, Ito Mboi, anggota DPRD Manggarai, memanggilnya untuk menjadi sopir pribadi. Sebuah tawaran yang mengubah arah hidupnya.
 
"Sejak saat itu saya dekat dengan beliau. Ketika masa jabatannya berakhir, saya kembali bekerja sebagai sopir bus jurusan Ruteng–Labuan Bajo," ujarnya.
 
Antara 2014 hingga 2018, Ancik kembali menaklukkan jalanan panjang Pulau Flores. Dari balik kaca bus, ia menyaksikan lekuk tanah kelahirannya: penuh kerja keras, peluh, dan harapan bahwa setiap usaha tulus pasti berbuah hasil.
 
Dari Labuan Bajo ke Kantor Bupati
 
Tahun 2018, kesempatan baru datang. Hery Nabit, yang kala itu menjabat Direktur Destinasi Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF), mempercayakan posisi sopir kantor kepadanya.
 
"Saya bekerja di sana sekitar satu tahun lebih," kisah Ancik.
 
Tak lama kemudian, ketika Hery Nabit terpilih sebagai Bupati Manggarai, nama Ancik kembali dipanggil. Pada 2022, ia resmi menjadi sopir pribadi Bupati Manggarai, sebuah kepercayaan yang ia jalani dengan penuh tanggung jawab.
 
"Bagi saya, ini bukan sekadar pekerjaan. Ini tanggung jawab besar, melayani dengan hati dan menjaga kepercayaan," ujarnya tegas namun rendah hati.
 
Dari Kesetiaan Mengabdi hingga SK PPPK
 
Lebih dari dua dekade menempuh jalan berliku, kini perjuangan itu terbayar lunas. Ancik resmi diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja dan ditempatkan di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai.
 
Di balik keberhasilannya, ada sosok istri tercinta, Imelda Ibut, serta tiga buah hati, satu laki-laki dan dua perempuan yang menjadi sumber semangat dan alasan untuk terus bekerja dengan jujur.
 
"Keluarga selalu jadi alasan saya untuk tetap jujur dan bekerja dengan sungguh-sungguh," ucapnya lirih.
 
Harapan yang Tetap Sederhana
 
Kini, setelah resmi menyandang status PPPK, Ancik tak menuntut banyak. Ia hanya berharap diberi kesehatan dan kesempatan untuk terus mengabdi.
 
"Saya cuma ingin sehat, bisa terus melayani Bapak Bupati dengan baik, dan tetap menjadi orang yang berguna," katanya pelan.
 
Kisah Fransiskus “Ancik” Jemparut adalah potret ketulusan dan ketekunan yang berbuah pengakuan. Dari setir taksi di Ruteng hingga kemudi mobil dinas bupati, ia membuktikan bahwa pengabdian yang dijalani dengan hati tak pernah berakhir sia-sia.
 
 

FOLLOW US