• Nusa Tenggara Timur

Angin Kencang Robohkan Atap Rumah Seorang PHL Polda NTT di Noelbaki

Imanuel Lodja | Sabtu, 27/09/2025 21:38 WIB
Angin Kencang Robohkan Atap Rumah Seorang PHL Polda NTT di Noelbaki Bencana alam berupa angin kencang yang merobohkan atap rumah salah satu warga di Desa Noelbaki Kecamatan kupang Tengah.

KATANTT.COM--Angin kencang di wilayah Kabupaten Kupang membawa dampak bagi warga di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang.  Sem Bako, menjadi salah satu korban dari bencana angin kencang ini.

Rumah tinggal miliknya di belakang Rumah Sakit Leona Noelbaki di RT 25/RW 10, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang roboh dan rata tanah.

Saat itu, Sem dan keluarga sedang ke sawah yang jaraknya sekitar lima kilometer dari rumah tinggalnya untuk membantu paman menggarap sawah. Ketika pulang rumah pada Rabu (24/9/2025) petang, Sem Bako mendapati rumah tinggal ukuran 4x5 meter persegi sudah roboh.

Rumah beratap seng, berlantai semen dengan dinding bebak ini ditempati Sem Bako bersama istrinya Sepriana Etnawati Loden, tiga orang anak dan dua orang adiknya. Sem Bako sendiri merupakan pegawai harian lepas (PHL) pada Direktorat Reskrimum Polda NTT.

Sem mengaku kalau pada Rabu pagi ia tidak masuk kantor karena membantu pamannya menggarap sawah di belakang Terminal Noelbaki. Pada Rabu petang ia kaget karena saat tiba di rumah, rumah sudah roboh.

Beruntung tidak ada korban jiwa. Istri dan dua anak yang sudah SMP dan satu anak yang masih kecil kebetulan tidak berada di rumah. Demikian pula dua adik Sem Bako sedang bersama Sem membantu paman mereka. "Kami pulang ternyata rumah sudah roboh," ujar Sem Bako saat ditemui di Polda NTT, Jumat (26/9/2025).

Sem dan keluarga berusaha menyelamatkan dan mengevakuasi barang-barang miliknya dan dipindahkan ke rumah kerabatnya. Sem juga harus membayar Rp 300.000 le petugas PLN untuk memindahkan meteran listrik dari rumah tinggal yang sudah roboh.

Untuk sementara Sem dan keluarga mengungsi dan tinggal di rumah kerabatnya sambil mencari alternatif mendapatkan bantuan untuk perbaikan dan pembangunan rumah tinggal.

Dua anak yang masih SMP juga tetap bersekolah walau rumah sudah roboh. Sementara sang istri dan satu anak yang masih kecil juga tinggal sementara dengan kerabat tidak jauh dari lokasi rumah yang roboh. Sem juga sudah melaporkan musibah ini ke ketua RT setempat dan masih mengupayakan untuk membangun kembali rumah tinggalnya.

FOLLOW US