KATANTT.COM---Etape kesembilan
Tour de EnTeTe 2025 dengan rute Bajawa–Ruteng, Kabupaten Manggarai, sukses digelar pada Sabtu (20/9/2025).
Ajang balap sepeda internasional ini kembali menghadirkan drama persaingan ketat sekaligus mempertegas dominasi Madar Pro Cycling Team melalui kemenangan pembalap andalannya, Youcef Reguigui.
Pebalap asal Aljazair itu tampil impresif hingga garis finis. Reguigui berhasil mengungguli para rival dan memastikan posisi pertama.
Di belakangnya, duel sengit terjadi antara Lois Buffin dari Kronospeed Paris (Prancis) dan Matej Drinovec dari Nex Velofit Team (Australia). Buffin berhasil mengamankan posisi kedua, sementara Drinovec finis di urutan ketiga setelah melewati jalur tanjakan yang penuh tantangan.
Sambutan Meriah Masyarakat Manggarai
Kehadiran etape kesembilan disambut meriah masyarakat Kabupaten Manggarai. Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, dalam sambutannya mengundang seluruh pebalap, official, dan warga untuk hadir dalam pesta rakyat di Lapangan Natas Labar Motang Rua.
"Kami akan menyajikan makanan tradisional yang sederhana namun sehat, serta kopi khas Manggarai, baik Arabika maupun Robusta. Mari kita nikmati kebersamaan ini sebagai bagian dari pesta rakyat," ujar Hery Nabit.
Bupati menegaskan, Tour de EnTeTe tidak hanya menjadi ajang sport tourism, tetapi juga momentum untuk mengangkat potensi lokal, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejak sore hingga malam hari, masyarakat disuguhi pasar rakyat yang melibatkan pelaku UMKM setempat.
Selain pesta rakyat malam ini, Hery juga mengundang masyarakat kembali hadir pada Minggu (21/9/2025) pukul 09.30 WITA untuk menyaksikan pelepasan etape terakhir Ruteng–Labuan Bajo.
"Sebagaimana kita menyambut mereka dengan meriah hari ini, mari kita lepas para pebalap dengan semangat yang sama esok hari," tambahnya.
Ajang Sport Tourism Kelas Dunia
Tour de EnTeTe 2025 diikuti oleh 16 tim dari 13 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Inggris Raya, Belanda, Iran, dan Australia. Lomba ini menempuh total jarak lebih dari 1.500 kilometer yang melintasi tiga pulau utama, yakni Timor, Sumba, dan Flores. Ajang tersebut semakin menegaskan posisi Nusa Tenggara Timur sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Selain menghadirkan prestasi olahraga, ajang ini juga memberikan dampak signifikan bagi perekonomian lokal. Ribuan masyarakat tumpah ruah di setiap titik etape, menciptakan keramaian yang menghidupkan sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif daerah.
Etape kesembilan ini menegaskan persaingan yang masih memanas menjelang etape pamungkas di Labuan Bajo. Etape terakhir itu akan menjadi penentu siapa yang berhak menyandang gelar juara utama pada ajang internasional bergengsi ini.