KATANTT.COM---Program International Climate Initiative (IKI) Small Grants resmi hadir di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk periode 2025–2028. Program ini merupakan bagian dari skema pendanaan Pemerintah Federal Jerman yang dikelola Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH bekerja sama dengan Yayasan Plan International Indonesia.
IKI Small Grants mendorong keterlibatan kaum muda dalam aksi iklim yang responsif gender, sekaligus membuka ruang partisipasi bagi kelompok marjinal dalam pembangunan rendah karbon. Peluncuran awal program digelar di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Beperinda) Manggarai, Jumat (19/9/2025).
Program ini menitikberatkan pada tiga sektor tematik, yakni pertanian, air, dan konservasi pesisir. Ketiga sektor tersebut diintegrasikan untuk memperkuat ketahanan iklim masyarakat lokal serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan 13 (penanganan perubahan iklim) dan tujuan 5 (kesetaraan gender).
IKI Project Manager Yayasan Plan International Indonesia, Maulinna Utaminingsih, menjelaskan program ini akan berjalan di empat kabupaten: Manggarai, Nagekeo, Lembata, dan Timor Tengah Selatan (TTS).
"Kaum muda adalah bonus demografi. Jika diberi kapasitas dan peluang, mereka bisa menjadi agen perubahan dalam pembangunan rendah emisi. Tetapi jika diabaikan, justru berisiko menjadi bencana demografi," ujar Maulinna.
Selama tiga tahun, program ini menargetkan lahirnya 270 penggerak muda, baik individu maupun komunitas. Di Manggarai, misalnya, sebanyak 25 individu akan mendapat dukungan hibah Rp18 juta per orang, sementara 15 komunitas muda akan memperoleh bantuan sekitar Rp90 juta.
Melalui program ini, kaum muda didorong untuk menghadirkan solusi iklim sesuai kebutuhan lokal.
1. Pada sektor air, dilakukan pengelolaan sampah melalui pemilahan, pengukuran dampak pengurangan emisi, serta penanaman untuk menjaga kualitas dan kebersihan air.
2. Di pesisir: penanaman mangrove dan kampanye penangkapan ikan ramah lingkungan.
3. Di pertanian: pengembangan sistem organik serta pemanfaatan kotoran ternak menjadi kompos.
"Anak muda sering punya ide kreatif, bahkan di luar kebiasaan. Kami ingin memberi ruang agar mereka bisa menunjukkan kontribusi nyata dalam mitigasi maupun adaptasi perubahan iklim," jelasnya.
Program ini akan diluncurkan secara resmi di Kupang pada 31 Oktober 2025. Plan Indonesia berharap dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar inisiatif yang lahir dari anak muda dapat berkelanjutan.
"Misalnya ada program pertanian organik dari pemuda, tentu kami berharap Dinas Pertanian terus mendampingi agar tidak berhenti di tengah jalan," tambah Maulinna.