• Nusa Tenggara Timur

Sejak 1970 Tak Dibangun, Gendang Pau Jadi Titik Nol Kebangkitan Rumah Adat Manggarai

Wilibrodus Jatam | Selasa, 12/08/2025 08:16 WIB
Sejak 1970 Tak Dibangun, Gendang Pau Jadi Titik Nol Kebangkitan Rumah Adat Manggarai Bupati Hery Nabit diterima secara Adat Manggarai dalam Acara Peletakan Batu Pertama Gendang Pau, Senin (11/8/2025).

KATANTT.COM---Setelah puluhan tahun menunggu, akhirnya suara gong dan hentakan kaki adat kembali bergema di Gendang Pau, Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong, Senin (11/8/2025). Momen ini menjadi sejarah: Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, meresmikan launching sekaligus peletakan batu pertama pembangunan rumah gendang untuk 92 kampung adat di seluruh Manggarai.
 
Acara dimulai dengan ritual adat penuh makna, dilanjutkan ibadat pemberkatan yang dipimpin Romo Ardi Ogot. Rasa haru menyelimuti warga, terlebih bagi masyarakat Pau yang rumah gendangnya terakhir kali dibangun pada tahun 1970.
 
Hadir mendampingi Bupati, Wakil Bupati Fabianus Abu, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Melyanti Hagur Nabit, Wakil Ketua TP PKK Apolonia Ijuk Abu, unsur Forkopimda, camat dan lurah, serta tokoh adat dari berbagai kampung.
 
Di hadapan masyarakat, Bupati Hery mengakui betapa sulitnya menyatukan pikiran untuk membangun rumah gendang.
 
"Puji Tuhan, terima kasih karena Romo sudah memberkati kegiatan kita hari ini. Saya tahu tidak gampang untuk bersatu, apalagi di sini. Karena itu saya berterima kasih kepada seluruh keluarga besar Gendang Pau," ungkapnya.
 
Bupati Hery menegaskan bahwa rumah gendang bukan sekadar bangunan, tetapi simbol persatuan, tempat menyelesaikan masalah, dan penjaga identitas Manggarai.
 
"Saya bangga pemerintah dan masyarakat bisa bekerja sama. Uang dari pemerintah itu uang rakyat, dan harus kembali untuk kepentingan rakyat. Dengan pembangunan ini, saya yakin 50-100 tahun lagi budaya Manggarai akan tetap hidup," tegasnya.
 
Target 100 Rumah Adat, 92 Sudah Jalan
 
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai, Alo Jebarut, menyebutkan bahwa tahun ini pemerintah menargetkan 100 rumah adat direvitalisasi. Hingga kini, 92 rumah gendang sudah mulai dibangun.
 
Rasa Syukur Warga Pau
 
Ketua Pelaksana, Rober Magung, tak bisa menyembunyikan rasa terharunya.
 
"Sejak 1970 gendang Pau tidak dibangun lagi. Terima kasih Bapak Bupati yang menjadikan Pau sebagai titik nol pembangunan rumah adat se-Kabupaten Manggarai," ujarnya.
 
Warisan Leluhur untuk Generasi Mendatang
 
Bupati Hery percaya, setiap pembangunan rumah gendang selalu mendapat restu leluhur.
 
"Kalau sudah mulai, pasti akan jadi. Leluhur akan memberi jalan," tutupnya optimistis.
 
Langkah besar ini bukan hanya membangun rumah adat, tapi juga menghidupkan kembali napas budaya Manggarai yang akan diwariskan kepada anak-cucu di masa depan.

FOLLOW US