KATANTT.COM---Guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi insiden kecelakaan laut, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Manggarai Barat bersama
Tim SAR gabungan menggelar simulasi penyelamatan korban laka laut di Perairan
Labuan Bajo, Kamis (31/7/2025) lalu.
Simulasi yang berlangsung di dermaga Hotel Katamaran itu melibatkan berbagai unsur instansi, mulai dari Basarnas, Lanal
Labuan Bajo, KSOP, Koramil 1612-02/Komodo, Kantor Imigrasi, Kesehatan Pelabuhan, pelaku wisata, hingga pihak hotel.
Kegiatan ini juga didukung dengan berbagai sarana penyelamatan seperti speed boat, rigid inflatable boat (RIB), rescue car, hingga ambulans yang disiagakan selama latihan berlangsung.
Skenario: Wisatawan Jatuh dari Kapal
Kepala Sat Polairud
Polres Mabar, AKP Dimas Yusuf Fadhillah Rahmanto, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa simulasi ini menggambarkan situasi darurat saat seorang wisatawan jatuh dari kapal pinisi saat tengah berwisata di kawasan perairan Taman Nasional Komodo (TNK).
"Begitu menerima broadcast informasi korban jatuh ke laut, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi menggunakan armada laut untuk melaksanakan evakuasi," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (4/8/2025) pagi.
Selain penyelamatan di laut lepas, demonstrasi juga menyimulasikan kejadian korban jatuh di sekitar dermaga. Penanganannya menggunakan pelampung penolong (life buoy) yang tersedia di area pelabuhan maupun ponton.
"
Simulasi ini penting untuk memastikan bahwa fasilitas keselamatan seperti life buoy bukan sekadar pelengkap, tapi benar-benar bisa digunakan dalam kondisi darurat," kata AKP Dimas.
Dilengkapi Pelatihan Medis Dasar
Tak hanya aspek penyelamatan di laut, para peserta simulasi juga dibekali keterampilan dasar evakuasi medis. Materi yang diberikan antara lain: penilaian kondisi korban, pemindahan korban, penanganan luka, resusitasi jantung paru (RJP), dan pemberian terapi oksigen.
"Pertolongan pertama adalah kompetensi dasar yang wajib dimiliki tim SAR. Penanganan medis awal yang cepat dan tepat bisa menyelamatkan nyawa korban sebelum dibawa ke rumah sakit," tegasnya.
Respons terhadap Kasus Kecelakaan Laut
AKP Dimas menyebut, kegiatan ini juga merupakan respons terhadap tingginya angka laka laut di
Labuan Bajo. Tercatat sejak Januari hingga Juli 2025, terdapat lima insiden laka laut dengan total korban 27 orang: 23 selamat tanpa cedera, tiga mengalami luka, dan satu orang meninggal dunia.
“Mayoritas disebabkan oleh faktor cuaca dan human error. Dengan simulasi ini, kami ingin memastikan semua potensi SAR dapat bekerja sama secara efektif dan efisien,” ujarnya.
Meningkatkan Keamanan Wisata Super Premium
Labuan Bajo yang dikenal sebagai destinasi wisata super premium tentu memerlukan sistem keselamatan yang terintegrasi dan profesional. Oleh sebab itu, simulasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan wisatawan, sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi di lapangan.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesiapsiagaan personel, serta memastikan sinergi yang solid antar lembaga dalam menghadapi potensi kecelakaan laut di wilayah perairan Manggarai Barat,” tutup AKP Dimas.