KATANTT.COM--Mabea Polri membantu Polres Timor Tengah Selatan (TTS) satu unit mobil Inafis untuk menunjang tugas pokok kepolisian dalam melakukan olah tempat kejadian perkara.
Bantuan yang diterima berupa satu unit mobil jenis Toyota Hilux double gardan atau 4x4. Mobil ini diperuntukkan bagi kegiatan identifikasi kasus yang berhubungan dengan kriminal pembunuhan dan kasus pidana lainnya.
Mobil Inafis diserahkan akhir pekan lalu oleh jasa pengiriman barang langsung dari Inafis Mabes
Polri, PT Multi Andalan Sejahtera diterima Wakapolres TTS, Kompol Ibrahim didampingi Kasat Reskrim, Iptu Joel Ndolu, Kaur Identifikasi, Aipda Purwanto dan anggota Identifikasi
Polres TTS.
Wakapolres TTS, Kompol Ibrahim menyampaikan terimakasih kepada Kapolri dan Kapolda NTT yang peduli pada kondisi topografi wilayah hukum
Polres TTS.
"Wilayah hukum Polres Timor Tengah Selatan sulit dijangkau pasca musim kemarau apalagi musim hujan saat ini," ujar Wakapolres TTS, Kompol Ibrahim.
Ia berbangga karena
Polres TTS merupakan satu-satunya Polres di Polda NTT yang mendapat bantuan mobil Inafis dari Mabes
Polri. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mempertimbangkan bahwa wilayah hukum
Polres TTS sangat luas yang mencakup 32 kecamatan dan 278 desa/kelurahan.
Topografi Kabupaten TTS juga terdiri dari gunung, jalan tanah turun dan naik sehingga sering membuat anggota kesulitan melakukan identifikasi kasus di daerah-daerah sulit.
"Dengan pertimbangan tersebut maka Polres Timor Tengah Selatan secara khusus mendapatkan bantuan mobil Inafis dari Mabes
Polri," tambah Ibrahim
Pihaknya berharap agar mobil bantuan tersebut dapat menolong dan mendukung tugas kepolisian terutama Unit Identifikasi Sat Reskrim saat melakukan olah tempat kejadian perkara dan identifikasi temuan mayat dan kasus lain.
Ia juga minta agar mobil tersebut dimanfaatkan secara baik dan benar untuk menunjang tugas kepolisian. "Agar anggota pemegang holder dapat menjaga asas manfaatnya sehingga masa pakai mobil tersebut lama digunakan atau umur panjang dan awet dari sisi perawatan," ujar Ibrahim.