Frido, pemuda Motabuik saat dialog kampanye Paslon nomor urut 1, Willybrodus Lay-Vicente Hornai di Motabuik, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Kamis (26/9/2024)
KATANTT.COM---Frido seorang pemuda Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan pernah menjadi tim dan bekerja mati-matian untuk memenangkan Paket Sehati pada Pilkada Belu 2020 lalu.
Keseriusan Frido pria Motabuik itu tak tanggung-tanggung, sebagai militan paket Sehati ini sempat menggadaikan handphone (HP) miliknya untuk membangun posko Sehati.
Frido dalam sesi dialog kampanye Paslon Bupati-Wabup Belu nomor urut 1, Willybrodus Lay-Vicente Hornai mengaku dirinya terpaksa harus menggadaikan HPnya untuk membiayai pembangunan posko Sehati di RT 15/RW 05 Motabuik.
"Saya dulu garis keras Sehati. Saya ada posko, karena tim tidak kasih uang, saya gadai saya punya HP. Saya dijanjikan untuk direkrut jadi Pol PP, namun nyata dikecewakan," ungkap dia dengan nada kesal dalam kampanye paket Sahabat Sejati di Motabuik, Kamis (26/9/2024).
Pada kesempatan itu, mewakili pemuda milenial, Frido meminta agar paket Sahabat Sejati menaruh perhatian terhadap kaum milenial yang berada di Kelurahan Fatukbot.
Lanjut Frido, banyak pemuda tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena faktor ekonomi. Namun di saat yang sama, lapangan kerja yang tersedia bagi para pemuda sangat sempit.
Frido juga meminta kepada paket Sahabat Sejati agar tidak hanya memperhatikan orang sakit saja namun ia meminta agar ada program yang bisa menjawab kebutuhan dan persoalan kaum milenial di Kelurahan Fatukbot seperti pengembangan ekonomi dan juga pengembangan minat dan bakat dalam hal olahraga.
Senada diungkapkan beberapa warga dalam kampanye kemarin siang, keluhkan krisis air bersih yang masih menjadi persoalan yang tak kunjung diselesaikan paket Sehati Pemerintah saat ini dengan program unggulan salah satunya air bersih.