• Nusa Tenggara Timur

KPU Gelar Sosialisasi dan Pendidikan Bagi Kelompok Pemilih Strategis serta Rentan di Daerah 3T

Yansen Bau | Minggu, 23/06/2024 06:23 WIB
KPU Gelar Sosialisasi dan Pendidikan Bagi Kelompok Pemilih Strategis serta Rentan di Daerah 3T KPU gelar sosialisasi dan pendidikan kepada kelompok pemilih strategis serta rentan di Daerah 3T bertempat di Ballroom Hotel Matahari Atambua, Sabtu (22/6/2024).

KATANTT.COM---Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih pasca pemungutan suara kepada kelompok pemilih strategis dan rentan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

Kegiatan dalam rangka meningkatkan dan menjaga keberlanjutan program sosialisasi dan pendidikan pemilih diikuti sekira 200 orang tamu undangan berlangsung di Ballroom Hotel Matahari Atambua perbatasan RI-RDTL, Sabtu (22/6/2024).

Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga KPU RI, Dohardo Pakpahan dalam laporannya mengatakan bahwa, latar belakang partisipasi masyarakat dibutuhkan tidak hanya untuk meningkatkan jumlah pemilih yang memberikan suaranya di TPS pada saat pemungutan suara.

Tetapi juga dimaksudkan agar masyarakat tetap terlibat aktif dalam keseluruhan periodisasi Pemilu, mulai dari Pra Pemilu, penyelenggara pemilu dan pasca pemilu, pasca pelaksanaan pemungutan suara.

"KPU tetap berikhtiar melakukan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih utamanya di daerah 3T secara berkelanjutan dan berkesinambungan agar masyarakat memiliki pemahaman dan kesadaran akan hak dan kewajibannya, serta dapat terus terlibat aktif dalam mengawali dan mengawal pemerintahan yang terpilih," ujar dia.

Jelas Dohardo, sosialisasi pendidikan pemilih yang dilakukan dapat terus berkelanjutan dan berkesinambungan, maka KPU perlu melakukan sebuah terobosan dalam upaya meningkatkan kualitas partisipasi pemilih melalui kegiatan yang bertajuk sosialisasi dan pendidikan pemilih pasca pemungutan suara pada pemilihan tahun 2024 untuk daerah 3T dengan tamu undangan 100 peserta segmentasi pemilih tokoh masyarakat dan perwakilan dari pengurus anggota Partai politik.

Dituturkan, KPU melibatkan pengurus anggota Partai politik dikarenakan parpol memiliki basis konstituen yang besar sehingga diharapkan dapat melakukan transfer untuk noli transfer, untuk skill transfer dan bersama-sama KPU akan melakukan internalisasi sosialisasi eksternalisasi terkait pemilu dan demokrasi.

"Partai Politik yang ada di Kabupaten Belu harus mau untuk lebih memodelisasi organisasinya sehingga partai-partai ini kita harapkan betul-betul dapat menampung aspirasi masyarakat dari tingkat bawa sampai pada tingkat pusat," ungkap Dohardo.

Dikatakan, tujuan KPU adalah meningkatkan literasi masyarakat terkait pemilu dan demokrasi khususnya di daerah 3T, memberikan pengetahuan keterampilan dan kesadaran masyarakat untuk aktif berpartisipasi pada pemilu khususnya pada tahapan pasca pemungutan suara dan meningkatkan kesadaran partisipasi pemilik secara berkelanjutan menyongsong penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2024.

Sementara itu, Anggota KPU NTT (Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM), Baharudin Hamzah mengatakan, Kabupaten Belu termasuk salah satu Kabupaten yang tidak ada PSU, juga tidak ada sengketa yang sampai ke MK.

"Karena itu terima kasih atas kerjasama semua pihak dalam pemilu 2024, partisipasi masyarakat tentunya menjadi bagaian yang terpenting dalam pekerjaan Pemilu serentak tahun 2024 yang sedang berjalan," ungkap dia dalam sambutannya sekaligus membuka acara.

Pemilu Legislatif dan Pilkada serentak 2024 adalah Pemilu pemilihan pertama kali dalam sistem ketatanegaraan kita pasca reformasi. Pemilihan serentak yang di gelar secara Nasional pertama, kerena itu KPU memandang penting untuk meningkatkan partisipasi sosialisasi melalui pendidikan pemilih terutama di daerah T3 dan Kabupaten Belu adalah Kabupaten yang dipilih oleh KPU RI pertama karena berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.

"Dari 39 lokasi yang melaksanakan kegiatan ini NTT dipilih Kabupaten Belu dan Kabupaten Kupang, tentunya hal ini dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang berkaitan dengan perbatasan negera dengan Timor Leste, dan mempertimbangkan tingkat partisipasi di pemilu sebelumya," sebut Baharuddin.

Melalui kegiatan ini KPU bertekad untuk memastikan bahwa setiap pemilih sangat pentingnya peran mereka dalam menjaga kedaulatan suara. Sebagai komunikasi masyarakat adat tentunya memiliki peran-peran yang penting terutama berkaitan dengan pengelolaan SDM yang tentunya menjadi bagian terpenting dari prospek untuk kehidupan di wilayah masing-masing.

"Masyarakat adat memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kearifan lokal dan pemeliharaan keberagaman budaya yang menjadi kebanggaan kita bersama. Oleh karena itu dalam kegiatan sosialisasi ini, kami berkomitmen untuk menghargai dan mendukung setiap langkah dalam memperkuat kesadaran politik dan partisipasi agar pemilihan dan pemilih dapat berpartisipasi aktif, dan mari kita bersama-sama menjaga semangat demokrasi yang kita miliki serta memastikan bahwa setiap suara dan hak pemilih terjaga dengan baik," bilang dia.

Ketua KPU Belu, Yohanes Ata Palla mengatakan, tahun ini KPU telah mencetak sejarah yang telah dilaksanakan Pemilu ditanggal 14 Februari 2024, dan di tahun ini juga akan dilaksanakan Pilkada serentak di tanggal 27 November 2024. Tentunya KPU Belu merasa bangga karena telah menjadi bagian dari sejarah ini. Terlebih pada penyelenggaraan Pemilu yang telah terlaksana pada tanggal 14 Februari 2024, KPU Belu berhasil melakukan seluruh tahapan dengan lancar tanpa PSU ataupun gugatan dari pihak manapun. Tentu keberhasilan ini tidak terlepas dari kerjasama yang baik dari seluruh Stackholder dan arahan serta bimbingan dari KPU RI dan KPU Provinsi.

"Walaupun KPU Belu telah berhasil menyelenggarakan Pemilu tahun 2024 dengan baik, tetapi masih terdapat PR (Pekerjaan Rumah) yang mana partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 masih dibawah daripada yang ditargetkan oleh KPU RI yakni 79,5 %, sedangkan dalam pelaksanaan Pemilu baru mencapai 68%," terang Ata Palla .

Dikatakan, dalam usaha meningkatkan partisipasi masyakarat Belu dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2024, KPU Belu telah melaksanakan sosialisasi-sosialisasi yang lebih dengan mendatangi masyarakat secara langsung. Model sosialisasi ini sudah diterapkan pada saat kegiatan peluncuran tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Belu tahun 2024, dimana KPU Belu telah melibatkan masyarakat secara umum untuk berpartisipasi secara langusung dan tidak langusng dalam pembuatan Mascot dan Jinggle Pilkada dalam bentuk sayembara," bilang Ata Palla.

"Dalam pelaksanaan Pilkada Serentak tahun memang berat namun kami yakin kerjasama yang baik dengan semau Stackholder dan arahan-arahan pimpinan baik KPU RI dan KPU Provinsi kami yakin, kami mampu melaksanakan tugas dalam Kepala Daerah tahun ini akan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat serta dengan yang ditargetkan oleh KPU RI," ungkap Ata Palla.

Hadir dalam acara tersebut, Anggota KPU Belu beserta Sekretariat, Perwira mewakili Kodim 1605/Belu, Perwira mewakili Polres Belu, Pengurus Partai Politik, tokoh masyarakat, tokoh adat, perwakilan dari etnis daerah serta para nara sumber.

 

FOLLOW US