• Nusa Tenggara Timur

Pelajar SMP Santa Angela Atambua Jadi Guru Bagi Siswa-Siswi SDK Motabuik

Yansen Bau | Rabu, 22/05/2024 14:21 WIB
Pelajar SMP Santa Angela Atambua Jadi Guru Bagi Siswa-Siswi SDK Motabuik Pelajar SMP Santa Angela Atambua jadi guru mengajar Siswa-siswi SDK Motabuik, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Rabu (22/5/2024)

KATANTT.COM---Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Santa Angela Atambua melaksanakan kegiatan learning live together di SDK Motabuik, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Rabu (22/5/2024).

"Dalam kegiatan hari ini anak-anak pelajar SMP mendampingi adik-adik SD Motabuik untuk belajar bahasa Inggris, menghitung cepat, menulis dan membaca dengan nuansa permainan," ujar Pati selaku Guru IPS SMP Sta. Angela.

Menurut dia, transformasi kurikulum merdeka telah membuka ruang kepada guru untuk berinovasi menggunakan beberapa pendekatan yang relevan dengan perubahan masyarakat. Sehingga salah satu tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yaitu peran komunitas dalam masyarakat dapat direalisasikan.

Diutarakan, guru menggunakan pendekatan learning live together untuk menfasilitasi siswa langsung belajar berbagi pengetahuan kepada anak-anak sekolah dasar agar dapat mengaplikasikan pengetahuan, menumbuhkan sikap pelayanan, cinta kasih dan totalitas.

"Pendekatan learning live together juga membunuh stigma bahwa pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial adalah mata pelajaran yang sangat membosankan dengan metode ceramah yang bersifat monolog," ungkap Pati.

Sementara itu, Kepala SDK Motabuik, Wilhelmina Koe Mali mengungkapkan rasa bangga dan sangat senang dengan kedatangan Siswa-siswi SMP dan Guru pendamping untuk belajar bersama, praktik belajar bersama.

Jelas dia, siswa-siswi telah melakukan pembelajaran berdiferensiasi kepada adik-adik. Dimana membentuk enam kelompok dengan menyiapkan gaya belajar membaca, menulis, praktik membuat zat larutan dan meningkatkan kemampuan dasar dalam menggunakan bahasa Inggris.

"Sehingga, nuansa gembira nampak pada wajah siswa SDK Motabuik, ketika belajar sambil bermain bersama siswa-siswi SMP Santa Angela Atambua," kata Mali.

Menurut dia, pelaksanaan Learning Live Together sangat bermanfaat untuk anak-anak SDK Motabuik. Atas nama sekolah, kami memberikan apresiasi kepada pelajar SMP Sta. Angela yang peduli dengan pendidikan.

"Hari ini kami sungguh bahagia karena anak-anak SMP Santa Angela Atambua boleh berbagi pengalaman maupun pengetahuan di dalam kelas maupun luar kelas dan menunggu kegiatan selanjutnya," ungkap Mali.

Lanjut dia, pelaksanaan kegiatan ini selaras juga dengan paradigma pendidikan yang direkomendasikan oleh UNESCO bahwa proses pembelajaran tidak hanya berhenti di Learning To Know, Learning To Be, Learning To Do tetapi harus sampai pada tahap Learning Live Together.

Salah seorang siswi SMP Sta. Angela, Sonya Soares menyatakan, aksi ini lebih merdeka dalam belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki dan itulah proses pembelajaran yang paling menyenangkan serta membantu sesama.

Dikatakan, pembelajaran yang berhasil tidak hanya dalam kelas tetapi dapat dilakukan di luar kelas, apalagi langsung hidup bersama masyarakat. Sejalan dengan falsafah dari Ki Hadjar Dewantara yaitu jadikanlah semua orang sebagai guru dan semua tempat sebagai sekolah.

Senada diungkapkan siswi Claritas Ayang Kapu kelas V SDK Motabuik merasa sangat senang dan gembira bisa belajar bersama kakak-kakak pelajar SMP Santa Angela Atambua.

 

FOLLOW US