Polisi di Perbatasan RI-Timor Leste Sulap Lahan Tidur jadi Kebun Tomat

Imanuel Lodja | Senin, 25/07/2022 10:22 WIB
Polisi di Perbatasan RI-Timor Leste Sulap Lahan Tidur jadi Kebun Tomat Bripka Nasrul Ikhwan Ninong memanfaatkan lahan kosong bersama warga menanam tomat dan memanen hasilnya.

KATANTT.COM--Bripka Nasrul Ikhwan Ninong sudah lama bertugas di Polres Belu, Nusa Tenggara Timur. Selama ini Bripka Nasrul Ikhwan Ninong bertugas sebagai Kanit Samapta Polsek Lasiolat, Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Anggota Polres Belu ini memberikan inspirasi tersendiri bagi warga masyarakat, khususnya petani ladang
untuk menambah penghasilan bagi keluarga.

Bripka Nasrul memanfaatkan peluang pertanian di wilayah Desa Maneikun, Kecamatan Lasioat, Kabupaten Belu. Di uar tanggung jawab sebagai anggota Polri, Bripka Nasrul juga menjadi petani.

Bersama warga petani di desa Maneikun, ia bekerjasama memanfaatkan lahan tidur yang diolah menjadi kebun tomat.
Diatas lahan seluas kurang lebih setengah hektare milik Matias Moruk warga Desa Maneikun, dikembangkan sekitar 700 tanaman tomat Lahurus khas daerah Lasiolat.

Tomat Lasiolat merupakan satu-satunya jenis tomat yang memiliki buah besar dan langka karena tomat itu hanya bisa tumbuh di beberapa desa dalam wilayah Kecamatan Lasioat, Kabupaten Belu dan tidak ada di daerah lain.

Bripka Nasrul mengaku dirinya termotivasi dengan potensi di wilayah Lasiolat karena banyak lahan kosong atau lahan tidur serta air berlimpah yang cocok untuk bertani ladang atau kebun.

"Sangat motivasi buat saya untuk menunjukan kepada masyarakat petani Kecamatan Lasiolat. Apalagi potensi disini banyak lahan kosong sehingga bagaimana caranya kita memanfaatkan lahan yang ada itu untuk bercocok tanam," ujarnya.

Sebagai seorang anggota Polri, ia menunjukkan bisa bekerja sebagai petani kepada masyarakat sehingga warga tidak hanya berorientasi menjadi seorang pegawai.

Dengan bertani, masyarakat bisa memperoleh penghasilan untuk memenuhi ekonomi keluarga.

"Seperti saat ini saya bersama bapak Matias memanfaatkan lahan kosong yang ada dengan bercocok tanam tomat Lahurus," terang Nasrul.

Matias Moruk berterima kasih kepada Bripka Nasrul atas motivasinya kepada dirinya untuk memanfaatkan lahan kosong yang ada dan bersama-sama mengembangkan tanaman tomat Lahurus.

"Saya setuju dan terima tawaran beliau kerjasama buka lahan kosong. Kami kendala tidak ada bibit, tapi dengan susah payah Pak Polisi (Bripka Nasrul) dapat bibitnya. Lalu kami pembibitan dan hasilnya seperti hari ini ada sekitar 700 pohon yang ditanam awal," sebut Moruk.

Sejak awal pembersihan dan bajak lahan, Bripka Nasrul usai berdinas kadang dengan pakaian dinas atau preman dengan perlengkapan tani langsung mendatangi ladang untuk bekerja membersihkan lahan guna persiapan menanam.

"Target panennya bulan delapan (Agustus). Untuk pemasaran kita biasanya jual ke pasar, ke warga jalan pasar dan ke dalam Kota Atambua bahkan ke Malaka dan Kefamenanu dengan harga per ember berkisar Rp 100.000 sampai Rp 125.000," kata Moruk.

FOLLOW US