Bocah Emanuel Jeantus Johan (3), warga Desa Wae Ajang, Kecamatan Satarmese Kabupaten Manggarai, hanya bisa berbaring lemah di tempat tidur di rumahnya.
KATANTT.COM--Bocah Emanuel Jeantus Johan (3), warga Desa Wae Ajang, Kecamatan Satarmese Kabupaten Manggarai di Pulau Flores Nusa Tenggara Timur hanya bisa berbaring lemah di tempat tidur di rumahnya.
Bocah ini menderita kelumpuhan sejak lahir. Hingga usia tahun, anak pasangan Anselmus Johan (37) dan Fatima Sinit (33) ini juga belum bisa bicara.
Pasangan Anselmus dan Fatima tidak bisa berbuat apa-apa untuk kesembuhan buah hati mereka. Persoalan ekonomi menjadikan Anselmus dan Fatima tidak bisa membawa bocah Emanuel ke rumah sakit untuk berobat.
Kondisi ini diperparah karena Anselmus yang mengandalkan hidup dari bertani serta istri dan anak tidak memiliki BPJS kesehatan.
Balita Emanuel Jeantus Johan menderita lumpuh sejak lahir. Balita Emanuel Jeantus Johan hanya bisa menghabiskan waktu kecilnya terbaring di kasur, bahkan sering menangis akibat sakit yang dideritanya.
Selain mengalami lumpuh, balita tersebut tidak bisa berbicara.
Kedua orang tua telah melakukan pemeriksaan kesehatan awal balita Emanuel Jeantus Johan di tempat praktek klinik dokter Anak di Ruteng Kabupaten Manggarai pada bulan April Tahun 2020 dengan biaya sendiri.
Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan diberikan terapi obat-obatan.
Kedua orang tua kemudian melanjutkan upaya pengobatan lanjutan balita Emanuel Jeantus Johan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Ben Mboy Ruteng Kabupaten Manggarai pada bulan Mei tahun 2020 dengan biaya sendiri.
Juga sudah dilakukan pemeriksaan dan terapi obat-obatan. Menurut kedua orang tua balita Emanuel Jeantus Johan, saat ini mereka tidak memiliki kartu BPJS ataupun kartu berobat lainnya.
Dengan keterbatasan ekonomi saat ini, keluarga tidak dapat melakukan pemeriksaan dan pengobatan lanjutan bagi balita mereka.
Mereka berharap bantuan dari pemerintah dan pihak-pihak lainnya.
Senin (6/6/2022), Bripka Heribertus A.B. Tena dari Dokkes Polres Manggarai Barat menyambangi kediaman Anselmus Johan di Kelurahan Pau Pasar Puni, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.
Bripka Heribertus yang dihubungi Senin (6/6/2022) mengakui kalau Emanuel Johan, balita asal Desa Wae Ajang, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Flores, Provinsi NTT itu terganggu sejak ia dilahirkan.
"Berbagai upaya kesembuhan telah dilakukan oleh orang tuanya. Mulai dari dirawat di rumah sakit, bahkan mencoba pengobatan alternatif agar penyakit Emanuel bisa teratasi," tandas Bripka Heribertus.
Jika harus dirawat dengan maksimal, maka masalah biaya menjadi kendalanya.
“untuk dirawat di rumah sakit, orang tua nya mengaku biaya terbatas, bapak nya hanya seorang petani,” ujar Heribertus usai bertemu Anselmus dan Fatimah.
Fatimah juga mengaku sering kali menangis tiap melihat kondisi anak keduanya itu.
Anselmus dan Fatima kadang tidak tega melihat penderitaan sang buah hati yang hanya terbaring lemah sejak lahir.
“Orang tua hanya bisa nangis ketika melihat penderitaan yang dialami sang buah hati. Selama 3 tahun ia harus mengalami sakit itu,” ungkapnya.
Permasalahan faktor ekonomi yang membuat penyembuhan Emanuel sering terhambat karena penghasilan orang tuanya yang tak menentu sebagai petani sehingga tidak memungkinkan orang tua mampu membawa Emanuel untuk berobat dan mendapatkan perawatan medis.
Orang tua Balita ini hanya berharap, agar anak mereka bisa dibantu penyembuhannya, agar sakit yang dialami segera diobati dengan maksimal.
Bantuan dari pemerintah dan berbagai pihak menjadi harapan bagi Anselmus dan Fatimah untuk membantu biaya pengobatan Balita Emanuel.