• Nusa Tenggara Timur

Perahu Dihantam Gelombang di Sumba Timur, Satu Hilang dan Dua Nelayan Selamat

Imanuel Lodja | Senin, 21/03/2022 09:34 WIB
Perahu Dihantam Gelombang di Sumba Timur, Satu Hilang dan Dua Nelayan Selamat Keluarga nelayan yang hilang sementara menunggu di Pantai Laidunga, Dusun Hanggaroru, Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur.

KATANTT.COM--Kecelakaan di laut terjadi lagi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu (20/3/2022). Tiga nelayan asal Desa Tanamanang, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur tenggelam saat gelombang menghantam perahu mereka ketika melaut.

Satu orang hilang dan belum ditemukan. Sementara dua orang selamat setelah berusaha berenang ke pantai. Peristiwa ini terjadi di Pantai Laidunga, Dusun Hanggaroru, Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur.

Nelayan yang hilang teridentifikasi bernama Mara Kaja (32), warga Maukaraki, Desa Tanamanang, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur.

Sedangkan dua nelayan yang berhasil selamat yakni Dominggus Lay Riwu (29) dan Dule Hela (20), juga warga RT 09/RW06, Maukaraki, Desa Tanamanang, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur.

Diperoleh informasi kalau pada Minggu (20/3/2022) sekitar pukul 18.00 wita, korban Mara Kaja bersama-sama dengan Dominggus Lay Riwu dan Dule Hela ke Pantai Laidunga untuk melepaskan pukat ikan.

Ketiga nelayan ini menggunakan perahu fiber dan mulai melaut sekitar pukul 20.30 wita. Ketika korban bersama dua rekannya hendak mengangkat pukat ikan ke atas perahu, tiba-tiba gelombang datang dan langsung menghantam perahu sebanyak enam kali.

Namun saat itu korban dengan dua rekannya masih bisa bertahan di perahu fiber. Mereka pun lanjut menggangkat pukat ikan lainnya ke atas perahu.

Ketika korban dengan dua rekannya menggangkat pukat yang kedua kali, tiba-tiba datang lagi gelombang. Gelombang besar langsung menghantam perahu yang mereka gunakan saat itu.

Perahu pun terbalik dan tenggelam. Saat mereka sudah berada di dalam air, mereka kemudian terpisah.

Dule Hela mengaku masih mendengar suara korban berteriak minta tolong. Namun karena gelombang terus menghantam sehingga Dule Hela tidak melihat keberadaan korban lagi.

Kemudian Dule Hela berusaha berenang menuju hingga ke pinggir pantai dan bisa selamat. Demikian pula dengan Dominggus Lay Riwu bisa berenang hingga ke pantai. Saat keduanya sudah tiba di pantai mereka tidak melihat korban dan memastikan korban hilang diterjang gelombang.

Dominggus Lay Riwu kemudian menghubungi keluaga korban menyampaikan peristiwa tersebut. Ia juga minta supaya kerabat korban datang ke pantai Laidunga untuk bersama-sama melakukan pencarian terhadap korban di Pantai Laidunga.

Sejumlah kerabat korban dan warga pun datang ke tempat kejadian untuk melakukan pencarian di sekitar pesisir Pantai Laidunga.

Namun hingga Senin (21/3/2022) pagi, korban Mara Kaja belum juga ditemukan. Pihak keluarga korban kemudian menginfomasikan kepada pihak Polsek Pahunga Lodu.

Piket polsek Hahunga Lodu Bripka Aloysius Riberu (Kanit III SPKT), Bripka Ferdinand Bangu (Kanit Propam) dan Bripka Jefrison Djami (Kanit Samapta Polsek Pahunga Lodu) langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk membantu melakukan pencarian terhadap korban.

Kapolsek Pahunga Lodu, Ipda Fajar Eko yang dikonfirmasi Senin (21/3/2022) membenarkan kejadian ini.

"Personil Polsek Pahunga Lodu masih membantu sementara mencari. hari ini kami menghubungi kantor Basarnas untuk membantu pencarian," ujarnya.

Polisi juga sudah memeriksa rekan korban dan saksi-saksi lainnya. Diperoleh pula informasi kalau korban sudah lama menderita sakit gondok.

Dari keterangan rekan korban terungkap kalau saat itu korban tidak mampu berenang karena dihantam ombak.

"Pada saat korban bersama rekannya menggangkat pukat, tiba- tiba ombak langsung menghantam perahu sehingga perahu terbalik dan tenggelam," kata Fajar Eko.

Pihak Polsek telah berkoordinasi dengan Basarnas Waingapu,aparat desa dan Puskesmas Mangili, Kabupaten Sumba Timur untuk mengantisipasi kemungkinan korban ditemukan dalam keadaan hidup ataupun meninggal dunia.

FOLLOW US