• Nusa Tenggara Timur

Paslon Pemenang Pilkada di NTT Dilarang Konvoi

Imanuel Lodja | Kamis, 10/12/2020 10:56 WIB
Paslon Pemenang Pilkada di NTT Dilarang Konvoi Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif memberikan keterangan pers terkait larangan menggelar pawai dan konvoi kepada paslon pemenang Pilkada di NTT NTT di Mapolda NTT, Kamis (10/12).

katantt.com--Pasangan calon bupati dan wakil bupati yang unggul dalam perolehan suara dalam pilkada di 9 kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilarang melakukan konvoi.

Mereka yang memperoleh suara terbanyak diharapkan menahan diri dan bersyukur atas hasil yang ada.

Permintaan ini dilecutkan Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif di lantai 1 Mapolda NTT, Kamis (10/12) terkait hasil pilkada di 9 kabupaten di NTT.

Dari pantauan pihak kepolisiaan, seluruh penyelenggara Pilkada di 9 Kabupaten di NTT sudah menerapkan protokol kesehatan saat pencoblosan, Rabu (9/12) hingga proses penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Bahkan, sejumlah TPS menyiapkan bilik khusus bagi pemilih yang memiliki suhu tubuh diatas 37 derajat.

Lotharia Latif menyebutkan kalau di beberapa kabupaten, pihaknya mendapatkan gambaran adanya perolehan hasil yang cukup ketat antar pasangan calon.

Terkait dengan itu, Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif meminta semua pihak menghormati proses yang ada serta menunggu hasil resmi yang disampaikan KPU selaku penyelenggara.

"Banyak pihak yang menyatakan pasangan calon ini atau itu menang. Baiknya kita menunggu hasil resmi dari KPU selaku penyelenggara," ujar Lotharia Latif.

Ia mengingatkan akan menjadi masalah jika klaim kemenangan saat ini hasilnya berbeda dengan hasil yang dikeluarkan KPU.

"Boleh kita menyampaikan hasil sementara, tetapi tidak mengklaim kemenangan. Kita tunggu hasil resmi dari KPU," ujarnya.

Lotharia Latif berharap masing-masing pasangan calon dan tim sukses menahan diri dan tidak melakukan konvoi maupun arak-arakan kemenangan.

"Pasangan calon agar menahan diri dan tidak konvoi. Ciptakan situasi dan kondisi yang kondusif. (Pasangan calon) Yang menang cukup bersyukur," tambahnya.

Arak-arakan sebelum adanya hasil resmi dari KPU berpotensi menimbulkan gesekan.

"Euforia atas hasil pilkada adalah hal wajar namun tidak boleh ada konvoi kemenangan," tegasnya.

Tak lupa, Lotharia Latif mengingatkan apabila ada hal yang tidak menguntungkan pasangan calon terkait hasil Pilkada agar menempuh jalur hukum dan bukan dengan konvoi.

"Jalankan sesuai proses hukum," tegas mantan Kakorpolairud Baharkam Polri ini.

Polisi tetap mengedepankan upaya persuasif dalam menangani persoalan yang ada.

Lotharia Latif berharap semua pihak tetap menjaga kondisi yang sudah kondusif.

"Jangan sampai (karena) Pilkada, masyarakat terkotak-kotak," tandas jenderal polisi bintang dua ini.

Sejauh ini, kondisi keamanan di 9 kabupaten di NTT aman dan terkendali.

Ia mengagendakan mendatangi sejumlah wilayah untuk memantau hasil perhitungan suara.

Selain itu, Irjen pol Lotharia masih tetap menempatkan anggota BKO Polda NTT di 9 kabupaten hingga usai perhitungan suara dan hingga situasi benar-benar aman.

Polisi juga memantau media sosial dan memonitor sejumlah informasi yang mengandung hoax.

"Kita kumpulkan bukti-bukti terkait berbagai informasi hoax di media sosial. Kita juga himbau agar masyarakat jangan memakai media sosial untuk ujaran kebencian," tegasnya.

 

 

FOLLOW US