Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Katantt.com - Presiden Indonesia, Joko Widodo menilai kualitas garam produksi rakyat Indonesia saat ini masih rendah. Akibatnya industri cenderung menolak garam rakyat dan memilih garam impor.
Baca juga:
https://www.katakini.com/artikel/38589/luhut-ancam-beri-sanksi-importir-gula-dan-garam-nakal/
"Ini harus dicarikan jalan keluarnya. Kita tahu mencoba, tapi tidak pernah dicarikan jalan keluarnya," kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas Percepatan Penyerapan Garam di Istana Negara (5/10/2020).
Tanggal per 22 September 2020, saat ini masih ada 738 ribu ton garam produksi rakyat yang tidak bisa terserap oleh industri nasional. Hal ini tentu menjadi kerugian yang sangat besar.
"Ini agar dipikirkan solusinya, sehingga garam rakyat bisa terbeli," katanya.
Menurut Presiden Jokowi, dari total kebutuhan garam nasional sebanyak 4 juta ton di tahun 2020, saat ini produksi garam nasional baru mencapai 2 juta ton. Sementara untuk menutup kebutuhan tersebut pemerintah telah melakukan impor garam sebanyak 2,9 ton rami.