Ruas jalan Bokong Lelogama di Desa Oh aem 1 Kecamatan Amfoang Selatan yang baru selesai dikerjakan tahun 2019 nampak mulus dan ramai dilalui kendaraan roda dua dan empat baik menuju Lelogama maupun sebaliknya.
katantt.com--Masyarakat Amfoang baru merasakan arti kemerdekaan setelah 75 tahun bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di HUT ke-75 Republik Indonesia barulah masyarakat bisa menikmati pembangunan jalan sepanjang 40 kilometer yang membuka isolasi wilayah Amfoang.
"Sesungguhnya kemerdekaan itu baru bisa dirasakan masyarakat Amfoang setelah 75 tahun Indonesia merayakan kemerdekaan yang ke-75 tanggal 17 Agustus 2020 lalu. Hanya di era kepemimpinan Gubernur Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soe baru masyatakat Amfoang dibawa keluar dari belenggu keterisolasian," kata Raja Amfoang, Roby Manoh kepada wartawan, Minggu (6/9).
Roby Manoh atas nama seluruh masyarakat Amfoang menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Gubernur Viktor bungtilu Lasikodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi bersama jajarannya. Apalagi, tahun 2020 ini kembali dikerjakan pembangunan ruas jalan Barate-Manubelon-Naikliu.
Roby enggan menyebut jika pemimpin NTT sebelumnya menganaktirikan Amfoang sehingga tidak membuka isolasi wilayah dengan membangun ruas jalan dan jembatan ke Amfoang. Namun yang pasti, masyarakat Amfoang sudah bisa menilai mana sesungguhnya pemimpin NTT yang benar-benar mau membangun rakyatnya dari ketertinggalan.
Selama ini jelas Roby, masyarakat Amfoang jika harus ke Kupang harus membutuhkan waktu antara 6-7 jam untuk menempuh perjalanan dari Lelogama ke Kupang. Dengan pembangunan ruas jalan Bokong-Lelogama tahun 2019 lalu hanya membutuhkan waktu 1-2 jam perjalanan.
"Dulu, waktu jalan belum di hotmix, masyarakat dari Lelogama butuh waktu 4-5 jam sampai ke Bokong dan 1 jam lagi dari Bokong ke Kupang. Tetapi sekarang, masyarakat hanya butuh waktu 2-3 jam perjalanan dari Lelogama sampai kupang," kata Roby.
Begitu juga jelas Roby, perjalanan dari Naikliu ke Kupang atau sebaliknya masyarakat butuh waktu 7-8 jam perjalanan karena kondisi jalan yang rusak parah. Dengan pembangunan ruas jalan Barate-Manubelon-Naikliu tahun 2020 ini bisa memperpendek waktu tempuh hingga 4 jam perjalanan.
"Jadi kalau sekarang masyarakat Amfoang dikatakan baru merdeka, itu memang betul. Mereka yang pernah ke Amfoang baik Lelogama dan Naikliu sampai ke Oepoli pasti mengaku apa yang saya omong," ujar Roby.
Kerajaan Amfoang sendiri berada di bagian utara Pulau Timor yang berbatasan dengan distrik Oekusi negara Timor Leste. Kerajaan Amfoang terdiri atas enam kefetoran Bioba, Lelogama, Naikliu, Honuk, Bosu dan kefetoran Leloboko. Saat ini wilayah kerajaan Amfoang terbagi dalam enam kecamatan yaitu Kecamatan Amfoang Sekatan, Amfoang Utara, Amfoang Tengah, Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut dan Amfoang Timur.
Roby Manoh adalah Raja Amfoang terakhir yang dinobatkan tanggal 17 September 2002 di Kefetoran Honuk (Amfoang Timur) oleh enam fetor dan para amaf dan kepala suku/adat.
Ucapan terima kasih yang tulus disampaikan tokoh pemuda Lelogama, Yudin Bureni kepada Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub NTT, Josef Nae Soi.
Yudin Bureni yang juga Plt. Camat Amfoang Tengah mengaku masyarakat Amfoang baru merasakan kemerdekaan di HUT ke-75 RI dengan diselesai dikerjakannya ruas jalan Lelogama-Bokong.
"Ini adalah kado terindah bagi masyarakat Amfoang dan akan tertulis dalam tinta emas dan sejarah bagi anak cucu masyarakat Amfoang," kata Yudin.
Untuk diketahui, Gubernur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) berkomitmen menuntaskan pengerjaan jalan provinsi dalam jangka waktu tiga tahun. Total panjang jalan provinsi di NTT 2.650 kilometer dalam kondisi jalan rusak berat dan ringan sepanjang 906 kilometer di 22 kabupaten/kota.
“Kami telah membuat roadmap untuk pengerjaan jalan ini yang telah disampaikan kepada DPRD (NTT). Targetnya adalah 2021 (semua jalan provinsi) harus sudah selesai,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Maxi Nenabu di Kupang, Selasa (1/9).
Dari total 2.650 km jalan provinsi di seluruh NTT jelas Maxi, ada sekitar 906 km yang dikategorikan dalam kondisi rusak ringan dan rusak berat. Dalam roadmap tersebut ditargetkan tahun 2020 ada 450 km ruas jalan provinsi yang diperbaiki dan 2021 akan diselesaikan sisanya 456 km.
“Namun di 2020 ini, kita hanya bisa merealisasikan sekitar 372,74 kilometer. Meleset dari target. Tapi kami akan berjuang dengan Bappelitbangda agar tercover di 2021 nanti. Sehingga 2022 sudah ringan, kami tidak lagi terbebani dengan pekerjaan yang berat,” kata Maxi. (joy)