Wagub NTT, Josef Nae Soi menandatangani perjanjian pinjaman daerah bersama Dirut PT SMI, Edwin Syahruzad disaksikan Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI, Sylvi J. Gani, Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Darwin Trisna Djajawinata, Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana, Staf Khusus Bidang Politik dan Pemerintahan, Imanuel Blegur dan Kaban Keungan NTT, Zacharias Moruk, Senin (23/8).
kataNTT--Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan pinjaman modal dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp 189,9 miliar untuk pembangunan jalan jalan sepanjang 189 kilometer. Pinjaman ini tercapai setelah Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahruzad menandatangani secara virtual perjanjian pinjaman daerah, Rabu (5/8).
Dan, Senin (23/8) kemarin, Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi kemudian menyambangi kantor pusat PT SMI untuk melakukan penandatanganan secara langsung perjanjian pinjaman daerah tersebut di kantor pusat PT SMI di Jakarta. Kesempatan tersebut sekaligus membereskan berkas-berkas untuk penyaluran pinjaman.
Untuk diketahui pinjaman dari PT SMI diperuntukan untuk dua fasilitas pembiayaan yakni fasilitas pertama untuk pembangunan 7 ruas jalan provinsi senilai Rp 66 miliar dan fasilitas kedua juga untuk pembangunan 9 ruas jalan provinsi ssenilai Rp 123,7 miliar. Pembangunan ruas jalan ini tersebar di pulau-pulau di NTT dengan panjang sekitar 189 kilometer.
Josef menyampaikan apresiasi kepada PT SMI atas terkabulnya permohonan bantuan pinjaman daerah untuk membangun NTT. Pasalnya Pemprov NTT tidak bisa hanya bergantung pada dana transfer pusat baik dalam bentuk dana alokasi umum (DAU) (DAU) mapun dana alokasi khusus (DAK).
“Terima kasih kepada Kementerian Keuangan dan PT SMI karena telah mengabulkan permohonan kami. Panjang jalan provinsi di seluruh kabupaten/kota di NTT sekitar 2.600 kilometer. Sebagian besar dalam keadaan rusak berat dan ringan," kata Josef.
Karena itu tambah Josef, tidak mungkin Pemprov NTT hanya bergantung pada dana transfer untuk membereskan ini. Belum lagi untuk bangun infrastruktur lainnya seperti embung, penyediaan air bersih, pertanian, perikanan dan kelautan serta sektor lainnya.
Pemprov NTT kata dia, mengajukan permohonan pinjaman kepada PT SMI senilai Rp. 1,5 triliun untuk enam sektor yakni infrastruktur jalan, pengembangan perikanan, peternakan, pertanian, kehutanan dan penanaman porang.
“Kami berharap setelah pencairan pinjaman tahap pertama ini, akan segera diikuti pencairan tahap berikutnya. Apalagi kami senantiasa dipermudah dan didampingi tim dari SMI untuk pengurusan administrasinya ,” ujarnya.
Sementera Dirut PT SMI, Edwin Syahruzad memberi proficiat Pemprov NTTatas keberanian melakukan pinjaman untuk pembiayaan infrastruktur. Pemprov NTT juga telah membuka diri untuk membangun komunikasi yang intensif sehingga pencairan pinjaman tahap pertama dapat berjalan dengan baik.
“Baguslah kita sudah bisa merealisasikan pinjaman tahap pertama ini. Dengan masih adanya relaksasi dan signifikansi untuk proses peminjaman daerah, kami berharap tim dari pemerintah provinsi NTT dapat mempersiapkan segala administrasi secara lebih awal untuk pinjaman tahap berikutnya,” pinta Edwin. (*/joy)