KATANTT.COM---Bertempat di persimpangan jalan di Langkas, Desa Pong Murung, sebuah pencapaian besar lahir dari perjuangan yang panjang. Nama Prisilia Shop kini bertransformasi menjadi simbol kemenangan sepasang suami istri yang menolak menyerah pada keterbatasan ekonomi.
Tata kelola yang baik dalam dunia usaha tidak terlepas dari tanggung jawab untuk menghormati hak asasi manusia (HAM). Untuk itu, Indonesia telah menjadi salah satu negara yang mengadopsi Prinsip-Prinsip Panduan PBB mengenai Bisnis dan Hak Asasi Manusia (UNGPs). Tidak hanya itu, pemerintah Indonesia telah memiliki Strategi Nasional Bisnis dan HAM (Stranas BHAM) yang telah disahkan melalui Peraturan Presiden No. 60 Tahun 2023.
Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), dengan dukungan dari Pemerintah Jepang, menyelenggarakan program pelatihan tiga hari pada 20-22 September di Bali mengenai promosi bisnis yang bertanggung jawab dan pekerjaan yang layak di Indonesia.
United Nations Children`s Fund (UNICEF) atau Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan pelatihan bisnis dan hak asasi manusia bagi anak dan remaja di empat kelurahan di Kota Kupang. Empat kelurahan tersebut yaitu Kelurahan Kuanino, Manutapen, Liliba dan Tode Kiser.
Berbagai inovasi yang berdampak pada kemajuan oleh Bank NTT, menjadikannya sebagai salah satu referensi penting bagi pihak lain, untuk bekerjasama dalam bidang bisnis. Pada Senin (24/10/2022), bertempat di lantai lima kantor pusat Bank NTT di Jl. WJ Lalamentik Kupang, manajemen Bank Jatim melakukan kunjungan bisnis.
Meski Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT atau Bank NTT pada Kamis (17/3/2022) lalu, di Labuan Bajo, Manggarai Barat sudah menyepakati bahwa pembelian Medium Term Notes (MTN) atau surat hutang jangka menengah PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) oleh Bank NTT dianggap sebagai resiko bisnis dan masalah ini dianggap clear namun terus `digoreng` oknum-oknum dan kelompok tak bertanggungjawab.
CNI menghadirkan model bisnis baru yang dapat menjadi solusi usaha di kala pandemi. Meski perekonomian tengah mengalami penurunan akibat pandemi, hal tersebut tidak begitu mempengaruhi keberlangsungan bisnis CNI.