Perkuat Ketahanan Energi NTT, Pertamina Bangun TBBM Kapasitas 70.000 KL di Maumere

Emanuel Suryadi | Jum'at, 10/04/2026 06:44 WIB

KATANTT.COM---PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen memperkuat infrastruktur energi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Perusahaan pelat merah tersebut berencana membangun Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) terbesar di NTT yang berlokasi di Maumere, Kabupaten Sikka. 
  Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga, Iwan Yudha Wibawa.

KATANTT.COM---PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen memperkuat infrastruktur energi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Perusahaan pelat merah tersebut berencana membangun Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) terbesar di NTT yang berlokasi di Maumere, Kabupaten Sikka. 

Ditemui seusai Kegiatan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI, di Labuan Bajo pada Kamis (9/4/2026), Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga, Iwan Yudha Wibawa, mengungkapkan bahwa proyek tersebut telah memasuki tahap rancang bangun awal. Terminal ini direncanakan memiliki kapasitas tampung sebanyak 70.000 kiloliter (KL).

"Kita saat ini sudah tahap rancang bangun awal. Minta doanya mudah-mudahan di tahun 2027 akhir, kalau tidak ada keterlambatan proyek," jelas Iwan.

Ia menjelaskan bahwa TBBM Maumere ini akan menggeser peran TBBM Tenau di Kupang sebagai pusat dukungan utama distribusi BBM di NTT. Dengan demikian, seluruh basis dukungan energi utama di wilayah tersebut direncanakan akan terpusat di Maumere.

Baca juga :

Langkah ini diambil menyusul lonjakan konsumsi BBM di Pulau Flores yang melampaui prediksi awal, yakni mencapai lebih dari 25 persen. Di sisi lain, pertumbuhan konsumsi yang signifikan ini belum diimbangi ketersediaan tangki penyimpanan yang memadai.

Kondisi tersenut, sering kali memicu kelangkaan mendadak, terutama di titik vital seperti wilayah pariwisata super prioritas Labuan Bajo saat musim puncak kunjungan wisatawan (high season).

"Pulau Flores ini memang di luar perkiraan pertumbuhannya Pak. Ya kami tentunya mencoba mengikuti perkembangan pertumbuhan kebutuhan," ujar Iwan.

Sebagai solusi jangka pendek dan menengah, Pertamina berkomitmen untuk mempersiapkan storage dan suplay yang tinggi dari normal, guna menjaga ketersediaan pasokan di seluruh NTT, khususnya Pulau Flores.

"Pertama kami memang mencoba mengaktifkan Teluk Kelambu ya Pak, yang ada di Labuan Bajo. Namun memang itu belum mencukupi. Makanya ke depan beberapa TBBM di Pulau Flores itu nanti akan ada penambahan kapasitas dan penambahan armada pendukung," tambahnya.

Karena itu, dalam upaya mempercepat pengembangan fasilitas tersebut, Pertamina menyatakan keterbukaannya untuk bekerja sama dengan pihak investor. Namun, Iwan menekankan, kerja sama itu harus sesuai dengan kebutuhan dan rencana pembangunan storage.

"Sebenarnya kami buka saja, kita terbuka kalau ada investor yang mau masuk," tutup Iwan.

 

 

TAGS : PT Pertamina Patra Niaga TBBM Maumere Pulau Flores Komisi XII DPR RI