
Sekretaris Dinas PPO Manggarai, Yohanes E. A. Ndahur
KATANTT.COM---Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai mencatat ratusan lembaga pendidikan dasar dan menengah pertama tersebar di berbagai kecamatan.
Namun, di balik jumlah tersebut, masih tersimpan persoalan besar terkait keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, baik dari sisi infrastruktur fisik maupun fasilitas pendukung pembelajaran digital.
Sekretaris Dinas PPO Manggarai, Yohanes E. A. Ndahur yang akrab disapa Emil, menyampaikan bahwa secara kuantitas jumlah sekolah di Manggarai sebenarnya sudah relatif mencukupi.
Untuk jenjang sekolah menengah pertama, tercatat terdapat 72 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), 12 Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK), serta 4 Madrasah Tsanawiyah (MTs/MTsS).
Sementara pada jenjang sekolah dasar, Kabupaten Manggarai memiliki 169 Sekolah Dasar Negeri/Inpres (SDN/SDI), 84 Sekolah Dasar Katolik (SDK), serta 9 Madrasah Ibtidaiyah (MI/MIS) yang tersebar di seluruh wilayah.
Meski jumlah sekolah dinilai memadai, Emil menegaskan bahwa hampir seluruh sekolah tersebut masih membutuhkan peningkatan kualitas sarana dan prasarana. Kondisi bangunan sekolah, kata dia, masih menjadi persoalan utama yang memerlukan perhatian serius.
“Kalau kita bicara soal bangunan dan fasilitas, hampir semua sekolah masih membutuhkan perbaikan. Ada yang gedungnya sudah rusak, ada juga yang masih kekurangan ruang kelas dan ruang penunjang sesuai standar bangunan sekolah,” jelas Emil kepada Wartawan, Senin (19/1/2026).
Ia menambahkan, kebutuhan tersebut tidak hanya dialami sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta. Sejumlah sekolah masih belum memiliki ruang belajar yang memadai, ruang penunjang, serta fasilitas dasar lain yang seharusnya tersedia sesuai standar nasional pendidikan.
Selain persoalan infrastruktur fisik, tantangan lain yang tak kalah besar adalah keterbatasan sarana pembelajaran berbasis digital. Emil mengungkapkan, hingga kini masih banyak sekolah di Manggarai yang belum memiliki perangkat elektronik pendukung, seperti Chromebook, perangkat multimedia, maupun jaringan internet yang memadai.
“Pembelajaran digital saat ini sudah menjadi tuntutan. Namun kenyataannya, Chromebook dan akses internet masih sangat terbatas. Hampir semua sekolah masih membutuhkan fasilitas tersebut,” ujarnya.
Menurut Emil, meskipun ada beberapa sekolah yang sudah memiliki ruang belajar lengkap, kebutuhan sarana digital tetap menjadi persoalan karena belum merata di setiap kelas. Akses internet juga menjadi kendala serius, terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah pedesaan dan daerah terpencil.
Keterbatasan ini berdampak langsung pada pelaksanaan pembelajaran dan ujian berbasis komputer. Emil mengungkapkan, sejumlah sekolah terpaksa harus “menitipkan” siswanya ke sekolah lain yang sudah memiliki fasilitas digital untuk mengikuti ujian berbasis komputer.
“Untuk pembelajaran digital secara penuh, sebagian sekolah memang belum bisa melaksanakannya. Biasanya baru bisa saat ujian, itu pun harus bergabung dengan sekolah lain yang fasilitasnya sudah memadai,” katanya.
Sementara itu, pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), Emil menyebut jumlah PAUD negeri di Manggarai masih sangat minim. Dari hampir 300 lembaga PAUD yang terdiri dari kelompok bermain, tempat penitipan anak, dan PAUD formal, hanya sekitar 11 PAUD negeri yang tersebar di 11 kecamatan. Bahkan, Kecamatan Langke Rembong hingga kini belum memiliki PAUD negeri.
“PAUD swasta memang cukup banyak, tetapi PAUD negeri masih sangat terbatas. Idealnya, setiap kecamatan memiliki minimal satu PAUD negeri,” ungkapnya.
Saat ini, Dinas PPO Manggarai tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang belum memiliki akses internet dan perangkat pembelajaran digital. Data tersebut akan menjadi dasar perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan ke depan, sejalan dengan kebijakan nasional terkait pembelajaran dan ujian berbasis digital.
“Kami sedang meminta data detail, sekolah mana yang belum punya internet, belum punya Chromebook, dan fasilitas digital lainnya. Mudah-mudahan ke depan bisa dipenuhi secara bertahap,” pungkas Emil.
TAGS : Manggarai Dinas PPO SMP SD PAUD Fasilitas Sekolah