Lewat Aksi Perubahan PKA, Kepala Rutan Ruteng Wujudkan Pembinaan Produktif Berbasis Kemitraan

Wilibrodus Jatam | Rabu, 10/12/2025 15:04 WIB

KATANTT.COM---Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng, Saiful Buchori, resmi menuntaskan pelaksanaan Aksi Perubahan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang digelar sepanjang Oktober hingga Desember 2025. Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng, Saiful Buchori

KATANTT.COM---Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng, Saiful Buchori, resmi menuntaskan pelaksanaan Aksi Perubahan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang digelar sepanjang Oktober hingga Desember 2025. 

Program ini melahirkan terobosan pembinaan kemandirian berbasis kemitraan tanpa menggunakan anggaran negara, namun memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Melalui program bertajuk "Penguatan Jejaring Kerja dan Organisasi dalam Pembinaan Kemandirian Produktif di Rutan Kelas IIB Ruteng”, Saiful membangun jejaring kerja strategis dengan dua mitra utama, yaitu UPTD SKB Randong dan Elite Jaya Meubel.

Kedua pihak tersebut memberikan instruktur, pendampingan, hingga penyediaan bahan pelatihan, sementara Rutan menyediakan SDM dari warga binaan.

Baca juga :

Pelatihan Produktif: Dari Barbershop Hingga Meubel

Sejumlah pelatihan keterampilan berhasil dijalankan, antara lain: barbershop, tata rias, yoga, hingga pertukangan dan meubel

Para instruktur dari mitra terlibat langsung, sementara petugas Rutan bertindak sebagai fasilitator. Hasil pelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menghasilkan karya yang bernilai ekonomi, termasuk produk meubel dan praktik barbershop.

"Warga binaan kita sudah mampu menggunakan alat, bahkan mendapatkan sertifikat dengan tanda tangan Bupati," jelas Saiful.

Tanpa Anggaran Negara, Rutan Menggandeng Mitra

Kepala Rutan menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama selama ini. Pembinaan kemandirian di Rutan memang belum memiliki dukungan biaya khusus, berbeda dengan lembaga pemasyarakatan berstatus lapas.

"Karena tidak ada anggaran, maka kami membangun kemitraan. Mitra menyediakan bahan dan instruktur, warga binaan bekerja dan mendapatkan upah," terangnya.

Model kerja sama ini mengacu pada MoU (PKS) yang mengatur hak karya, upah, dan sistem bagi hasil sehingga warga binaan tetap memiliki hak ekonomi selama proses pelatihan.

Dampak: Meningkatkan Skill dan Kepercayaan Diri

Menurut Saiful, manfaat terbesar pelatihan bukan hanya keterampilan teknis, tetapi perubahan cara pandang warga binaan terhadap masa depan.

“Mereka ini dulunya distigma karena masuk penjara. Tapi setelah dibina dan diberi keterampilan, mereka punya rasa percaya diri menghadapi masyarakat setelah bebas,” ujarnya.

Sebagian warga binaan bahkan berhasil menghasilkan karya yang mulai dipasarkan, meski pendataan produksi masih berjalan bertahap.

Sertifikat Resmi dan Evaluasi Akhir

Seluruh peserta pelatihan mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi. Momentum penyerahan sertifikat menjadi momen emosional bagi warga binaan.

"Ini legalitas, dan mereka bangga karena keluar dari rutan membawa sesuatu," tutur Saiful.

Arah Jangka Panjang

Meski saat ini baru menggandeng dua mitra, program ini masih terus diperluas. Komunikasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) sudah dilakukan, termasuk rencana pengembangan menuju pelatihan UMKM.

"Kami berharap bisa bermitra lebih luas ke depan, agar pembinaan benar-benar menjadi bekal hidup bagi mereka," ucap Saiful optimistis.

Selaras Undang-Undang dan Program Nasional

Saiful mengungkapkan aksi perubahan ini sejalan dengan UU No.22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 3, dan Asta Cita Presiden.

Program ini menegaskan bahwa pembinaan kemandirian bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian dari upaya negara memulihkan martabat warga binaan dan menyiapkan mereka kembali ke masyarakat.

Kepala Rutan menegaskan, inovasi pembinaan ini bukan sekadar proyek pelatihan, tetapi perubahan kultur organisasi.

"Pelatihan ini bagian dari ikhtiar memperkuat pembinaan kemandirian. Organisasi ini tidak berjalan karena semuanya sempurna, tetapi karena kita berjalan bersama di tengah kekurangan," pungkasnya.

Dengan hasil ini, Rutan Kelas IIB Ruteng menargetkan pembinaan kemandirian menjadi program yang produktif, berkelanjutan, dan mampu membuka akses kerja bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

TAGS : Rutan Kelas IIB Ruteng PKA WBP UPTD SKB Randong Elite Jaya Meubel