Unika Santu Paulus Ruteng Latih Orang Tua PAUD Dukung Program PHBS Melalui Pembuatan Eco Enzim

Wilibrodus Jatam | Rabu, 12/11/2025 15:48 WIB

KATANTT.COM---Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masyarakat.
  Penyampaian materi tentang pentingnya kolaborasi orang tua dan pendidik dalam mendukung pengasuhan berbasis PHBS dan pembuatan Eco Enzim.

KATANTT.COM---Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masyarakat.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen dan mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menyelenggarakan kegiatan bertema "Pengasuhan Berbasis PHBS dan Praktik Pembuatan Eco Enzim di Rumah" bagi para orang tua peserta didik di PAUD Randong, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, yang berlangsung selama dua hari, pada 12–13 November 2025.

Kegiatan ini diikuti puluhan orang tua yang hadir dengan antusias. Mereka mendapat pelatihan langsung mengenai konsep pengasuhan berbasis PHBS dan cara mengolah limbah rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan berupa Eco Enzim.

Kegiatan dipimpin oleh Beata Palmin, M.Pd., bersama anggota tim dosen Makrina Sedista Manggul, Maria D. Vista Banggur, serta mahasiswa Angela Merici dan Emerensiana Timan.

Baca juga :

Materi utama disampaikan oleh Maria D. Vista Banggur, yang menjelaskan pentingnya Eco Enzim sebagai praktik sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan keluarga dan kelestarian lingkungan.

"Pembuatan Eco Enzim bukan hanya tentang mengolah sampah dapur, tetapi juga bagian dari pembiasaan hidup bersih dan sehat di rumah. Kebiasaan ini dapat dicontoh oleh anak-anak sebagai bentuk pendidikan karakter sejak dini," ujar Maria D. Vista Banggur dalam sesi pelatihan.

Dalam praktiknya, para peserta dilatih memanfaatkan kulit buah, sisa sayuran, dan gula merah untuk menghasilkan cairan Eco Enzim. Cairan tersebut dapat digunakan sebagai pupuk organik yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman hias maupun sayuran di pekarangan rumah. Selain itu, inovasi ini juga dinilai efektif dalam mengurangi volume sampah rumah tangga serta menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan keluarga.

Ketua Tim PkM, Beata Palmin, M.Pd., menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya menekankan pada aspek kebersihan pribadi, tetapi juga memperluas pemahaman tentang kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

"Ketika orang tua menjadi teladan dalam menjaga kebersihan dan mengolah sampah secara bijak, anak-anak belajar langsung nilai tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan," jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama antara orang tua dan guru PAUD Randong. Dalam sesi ini, para peserta berkomitmen untuk menerapkan hasil pelatihan di rumah masing-masing sebagai langkah nyata mendukung gerakan PHBS di lingkungan keluarga.

Melalui kegiatan ini, Unika Santu Paulus Ruteng menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong perubahan sosial melalui pendidikan berkelanjutan. Pendekatan yang berbasis keluarga dan masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berdaya bagi generasi mendatang.

TAGS : Unika Santu Paulus Ruteng PkM PAUD PHBS Eco Enzim