Perangi Stunting, Desa Ponggeok Gandeng Tenaga Kesehatan dan Mahasiswa

Wilibrodus Jatam | Kamis, 04/09/2025 05:05 WIB

KATANTT.COM---Upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kesadaran gizi masyarakat terus digalakkan di Kabupaten Manggarai. Pada Rabu (3/9/2025), Pemerintah Desa Ponggeok, Kecamatan Satar Mese, menggelar kegiatan pembagian makanan tambahan berupa susu untuk ibu hamil dan balita yang mengalami stunting. Kepala Desa Ponggeok bersama tenaga kesehatan Puskesmas, kader posyandu, dan mahasiswa KKN Universitas Katolik St. Paulus Ruteng berpose bersama ibu hamil penerima bantuan susu bergizi dalam kegiatan pembagian makanan tambahan untuk pencegahan stunting di Desa Ponggeok, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Rabu (3/9/2025).
KATANTT.COM---Upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kesadaran gizi masyarakat terus digalakkan di Kabupaten Manggarai. Pada Rabu (3/9/2025), Pemerintah Desa Ponggeok, Kecamatan Satar Mese, menggelar kegiatan pembagian makanan tambahan berupa susu untuk ibu hamil dan balita yang mengalami stunting.
 
Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan tenaga kesehatan Puskesmas Ponggeok, kader posyandu, mahasiswa KKN Universitas Katolik St. Paulus Ruteng, serta mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa setempat.
 
Adapun bantuan yang diberikan berupa susu bergizi tinggi, yakni susu Prenagent untuk 14 ibu hamil, dan susu Lactogen Pro untuk 10 anak yang terindikasi stunting. Kedua jenis susu ini dipilih karena kaya akan protein, vitamin, serta mineral penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal anak dan kesehatan ibu hamil.
 
Kepala Desa Ponggeok, Heri Jehanu, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah desa dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.
 
"Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya asupan gizi yang seimbang, khususnya bagi ibu hamil dan anak-anak. Dengan gizi yang baik, kita bisa mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.
 
Selain pembagian susu, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi singkat tentang pola makan bergizi, pentingnya pemeriksaan rutin di posyandu, serta pendampingan bagi para ibu hamil agar lebih siap dalam menghadapi masa persalinan.
 
Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para penerima bantuan merasa terbantu dan berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut, agar masalah gizi buruk dan stunting di wilayah Desa Ponggeok dapat ditekan secara signifikan.
 
TAGS : Perangi Stunting Desa Ponggeok Tenaga Kesehatan Mahasiswa