Rayakan Yubileum ke-75, Bupati Manggarai : Teladani Ketulusan Perintis Paroki Ka-Redong

Wilibrodus Jatam | Kamis, 26/06/2025 12:59 WIB

KATANTT.COM---Perayaan Yubelium ke-75 Paroki Ekaristi Kudus Ka-Redong di Kabupaten Manggarai menjadi momentum refleksi mendalam bagi seluruh umat. Dalam sambutannya, Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, mengajak umat untuk meneladani ketulusan dan keikhlasan para pendahulu yang telah merintis paroki ini. Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit
KATANTT.COM---Perayaan Yubelium ke-75 Paroki Ekaristi Kudus Ka-Redong di Kabupaten Manggarai menjadi momentum refleksi mendalam bagi seluruh umat. Dalam sambutannya, Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, mengajak umat untuk meneladani ketulusan dan keikhlasan para pendahulu yang telah merintis paroki ini.
 
"Tidak ada suatu hal pun yang baik di dunia ini akan terjadi tanpa melalui fase persiapan," ujar Bupati Herybertus mengawali sambutannya pada Rabu, (26/6/2025).
 
Ia mengenang kembali bagaimana para pendahulu paroki ini bekerja keras hampir 80 tahun silam di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. "Modal utama yang ada saat itu, saya kira, adalah ketulusan dan keikhlasan hati dari para pendahulu paroki ini," tambahnya.
 
Penghargaan untuk Para Perintis
 
Dalam momen istimewa ini, Bupati mengapresiasi keputusan panitia perayaan yang memberikan penghargaan kepada para pendahulu di berbagai kategori, mulai dari Majelis Gereja Permulaan, imam dan biarawan/biarawati yang berkarya di masa-masa awal, hingga tokoh perintis pendidikan dasar di Manggarai. Menurut Bupati, penghargaan ini membawa pesan utama bagi generasi penerus.
 
"Para ahli waris dari tokoh-tokoh itu menerima penghargaan hari ini dengan satu pesan utama: para pendahulu telah memulainya, generasi kita saat ini wajib meneruskan semangat baik itu, menjaganya, dan menyesuaikannya dengan laju perubahan zaman," tegasnya.
 
Bupati juga menekankan bahwa yang dimaksud sebagai "ahli waris" bukan hanya mereka yang memiliki pertalian darah, tetapi "kita semua yang hidup dan mendapat sentuhan rohaniah dari hadirnya paroki Ekaristi Kudus Ka-Redong ini."
 
Ekaristi Transformatif Sebagai Pusat Kehidupan
 
Dengan mengusung tema "Berlandaskan Iman, Harapan, dan Kasih dalam Semangat Ekaristi Transformatif," perayaan ini selaras dengan tema pastoral Keuskupan Ruteng tahun ini. Bupati menjelaskan bahwa tema ini mengajak umat untuk menghayati Ekaristi sebagai pusat iman yang mampu mengubah kehidupan pribadi dan komunitas.
 
Perayaan ini juga bertepatan dengan Tahun Yubileum Gereja Katolik Universal. "Pertautan ini tentu bukan kebetulan semata tetapi merupakan bagian dari penyelenggaraan Ilahi," kata Bupati.
 
Ia berharap momen ini membuat umat semakin sadar bahwa Ekaristi adalah pusat hidup Kristiani, yang nilai-nilai pengajarannya harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
 
Menghindari Perilaku Over-Reaktif
 
Bupati Nabit juga menyoroti fenomena perilaku over-reaktif yang sering muncul akibat konsumsi media sosial yang berlebihan. Ia menyebut kecenderungan menghakimi sesama, mudah percaya pada informasi sepotong, dan melanggengkan permusuhan karena perbedaan pandangan sebagai perilaku yang menjauhkan diri dari iman, harapan, dan kasih.
 
"Perdebatan yang panjang dan jauh dari substansi akan membuat kita lupa mengerjakan hal-hal yang semestinya segera dikerjakan. Kita sibuk berdiskusi dan lupa mengambil waktu untuk berpikir," ungkapnya.
 
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh umat untuk belajar dari kearifan para pendahulu yang menggunakan perbedaan pendapat sebagai senjata untuk mengambil keputusan yang tepat.
 
Ia menutup dengan sebuah pertanyaan reflektif: "Apakah paroki kita tercinta ini akan tetap ada pada 75 tahun yang akan datang?" Pertanyaan ini, menurutnya, hanya bisa dijawab dengan kerja nyata dan keputusan yang bijak. 
 
"Paroki yang kita cintai hari ini, sesungguhnya adalah paroki yang kita pinjam dari anak cucu kita, untuk kita jaga dan kita rawat dengan sepenuh hati," pungkasnya.
 
TAGS : Rayakan Yubileum ke-75 Bupati Manggarai Teladani Ketulusan Perintis Paroki Ka-Redong