Uskup Atambua Imbau Warga Hormati Putusan MK dan Jaga Persaudaraan

Yansen Bau | Senin, 24/02/2025 09:26 WIB

KATANTT.COM---Jelang putusan sengketa Pilkada Belu tahun 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia , Uskup Agung Atambua, Mgr. Dominikus Saku Pr, mengimbau seluruh masyarakat khususnya umat Katolik di Kabupaten Belu, untuk menjaga situasi damai, suasana kebersamaan yang penuh dengan kasih persaudaraan. (dok.ist) Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr

KATANTT.COM---Jelang putusan sengketa Pilkada Belu tahun 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia , Uskup Agung Atambua, Mgr. Dominikus Saku Pr, mengimbau seluruh masyarakat khususnya umat Katolik di Kabupaten Belu, untuk menjaga situasi damai, suasana kebersamaan yang penuh dengan kasih persaudaraan.

Uskup Atambua meminta seluruh masyarakat kabupaten Belu untuk menerima hasil keputusan MK RI pada senin 24 februari 2025 sebagai keputusan yang final dan mengikat kita semua.

Hal tersebut disampaikan Uskup Atambua, Domi Saku, Pr di Istana Keuskupan Atambua, Lalian, Nenuk, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Minggu (23/2/2025).

"Saya Uskup Atambua dalam kesatuan dengan Forkopimda plus Kabupaten Belu menyampaikan salam kasih, salam damai sejahtera kepada saudara saudari umat beriman katolik Keuskupan atambua sekaligus menyapa saudara saudari warga kabupaten Belu yang berasal dari agama-agama lainnya di Indonesia yang berdomisili di Belu," tutur dia.

Baca juga :

Kesempatan itu, Uskup Domi juga mengajak seluruh warga untuk menjaga situasi damai, suasana kebersamaan, suasana yang penuh dengan kasih persaudaraan menjelang pengumuman hasil sengketa Pilkada Bupati Belu pada sidang MK Senin 24 Februari 2025.

"Siapa saja yang diumumkan sebagai pemenang, mari kita dalam kekuatan iman harapan dan kasih, menerima hasil keputusan MK RI sebagai keputusan yang final dan mengikat kita semua," imbau dia.

Ditegaskan, negara kita mempunyai peraturan hukum yang berlandaskan hukum tertinggi yakni UUD 1945 yang berlandaskan Pancasila, sehingga sebagai warga negara Indonesia, wajib menghormati semua itu dengan bergandengan tangan, saling menjaga dan memelihara kamtibmas di kabupaten Belu sebagai kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.

Uskup Domi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya para pendukung dari Paslon Bupati dan Wakil Bupati Belu, untuk menahan diri dengan tidak melakukan tindakan yang tidak terpuji, melakukan provokasi, pengerusakan maupun tindakan mengumpulkan orang sambil melakukan keributan, baik itu yang dinyatakan sebagai pemenang maupun yang dinyatakan tidak mencapai kemenangan.

"Sebagai warga bangsa sekaligus warga beragama dan beriman, mari kita menunjukan sikap hormat dan taat kita, kepatuhan kita kepada hukum yang berlaku di negeri ini. Kita menghormati semua itu dan sebagai umat beriman marilah kita membawa nilai-nilai iman, moralitas dan sosial dari ajaran agama kita masing-masing, kita mempraktekannya dan mengambil bagian-bagian yang penting dan baik untuk menunjang kebersamaan kita," ucap dia.

"Saya mengajak masyarakat untuk menghindari kerumunan yag tidak perlu. Hindari tindakan yang tidak terpuji,melakukan provokasi,melakukan tindakan pengrusakan,tindakan mengumpulkan orang sambil melakukan keributan. Di paroki-paroki sudah ada para pastor paroki, mari kita mendengarkan mereka. Kita sudah ada TNI Polri disana, sudah ada aparatur sipil negara, kepala desa dan semua pelayan masyarakat lainnya. Mari bersama bergandengan tangan, saing menjaga, memelihara dan kita ucapkan selamat datang untuk hasil keputusan Mahkamah Konstitusi RI," tambah Uskup Domi.

Akhir himbauannya, Uskup Domi mendoakan seluruh masyarakat kabupaten Belu agar senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan dan kegembiraan dan mendukung pemerintahan yang baru dengan bersama-sama membangun wilayah Kabupaten Belu menjadi lebih sejahtera, adil dan bermartabat.

"Semoga rakyat dan masyarakat kabupaten Belu yang sebagian besarnya umat Katolik, semoga kita semua terlindungi, terhadap kesehatan jiwa raga dan saling menunjang untuk pemerintah kita supaya kita bersama-sama membangun wilayah ini, menjadi lebih sejahtera, adil dan bermartabat," akhir dia.

 

TAGS : Uskup Atambua Imbau Warga Hormati Putusan Mahkamah Konstitusi Jaga Persaudaraan