Gerindra Belu : Tuduhan Pelecehan Seksual Terhadap Vicente Fitnah dan Merusak Reputasi Kader

Yansen Bau | Senin, 20/01/2025 20:30 WIB

KATANTT.COM---DPD Partai Gerindra Kabupaten Belu angkat bicara terkait dengan tuduhan pelecehan seksual kepada Vicente Hornai Goncalves, Wakil Bupati terpilih Pilkada Belu 2024. Ketua Tim Pemenangan Paslon nomor urut 1 bersama tim koalisi pemenangan Sahabat Sejati menggelar konferensi pers di posko pemenangan, Haliren, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Sabtu (17/1/2025) sore.

KATANTT.COM---DPD Partai Gerindra Kabupaten Belu angkat bicara terkait dengan tuduhan pelecehan seksual kepada Vicente Hornai Goncalves, Wakil Bupati terpilih Pilkada Belu 2024.

Menurut Sekretaris Partai Gerindra Belu, Ruben Tavares, tuduhan tersebut merupakan upaya pembunuhan karakter yang bertujuan merusak reputasi Vicente yang diusung oleh partai ini dalam Pilkada Belu 2024.

"Tuduhan tersebut sangat keliru, fitnah dan merusak reputasi Vicente Hornai Gonzalves sebagai kader partai Gerindra," ujar dalam konferensi pers Sabtu (19/1/2025) kemarin.

Jelas Tavares, Vicente dijatuhi hukuman berdasarkan Pasal 332 KUHP pada tahun 2003, yang mengatur tentang tindakan membawa perempuan tanpa izin orang tua atau wali. Pasal tersebut tidak ada kaitannya dengan pelecehan seksual atau kejahatan seksual sebagaimana yang dituduhkan.

Baca juga :

"Tuduhan pelecehan seksual yang beredar di publik adalah fitnah yang merugikan. Pasal 332 KUHP tidak ada kaitannya dengan pelecehan seksual. Tuduhan ini hanya untuk merusak reputasi Vicente dan mencemarkan proses Pilkada yang sudah berlangsung," tandas dia.

Partai Gerindra juga menyatakan niat untuk menempuh jalur hukum atas tuduhan yang dianggap fitnah ini. Pihaknya akan berkoordinasi dengan DPD Provinsi dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra untuk memastikan masalah ini diselesaikan secara hukum.

Lebih lanjut Tavares juga menaruh keprihatinannya atas berkembangnya opini negatif di masyarakat Kabupaten Belu.
Ditekankan bahwa tuduhan tersebut adalah upaya untuk merusak citra dan harga diri Vicente, yang telah mendapatkan dukungan kuat dari masyarakat dalam Pilkada 2024.

"Kami yakin masyarakat eks Timor-Timur dan masyarakat kabupaten Belu tahu siapa Vicente sebenarnya. Tuduhan ini adalah fitnah yang harus dihentikan," kata dia.

Lanjut dia, selain sebagai sekretaris partai Gerindra, dirinya bersama warga eks Timor-Timur dan seluruh warga Belu yang mendukung pasangan Willy Lay dan Vicente juga menyuarakan ketidaksetujuan terhadap tuduhan yang tidak berdasar ini.

"Mereka menyatakan bahwa tuduhan tersebut hanya bagian dari usaha untuk merusak kepercayaan yang telah dibangun oleh pasangan calon ini," tambah Tavares.

Lebih lanjut dikatakan, DPD Gerindra Belu menegaskan bahwa mereka percaya kepada proses hukum yang adil dan berharap agar tuduhan ini segera dibuktikan atau dicabut. Sehingga Vicente dapat menjalankan tugasnya sebagai Wakil Bupati tanpa gangguan dan fitnah yang tidak berdasar.

TAGS : Gerindra Belu Tuduhan Pelecehan Seksual Vicente Fitnah Merusak Reputasi Kader