Terdampar di Perairan Alor, Warga Malah Potong dan Konsumsi Daging Paus Biru

Imanuel Lodja | Rabu, 24/08/2022 14:18 WIB

Seekor Paus Biru (Blue While) panjang 24 meter dan lebar 3,5 meter ditemukan mati di Perairan Desa Bagang, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Warga ramai-ramai potong dan konsumsi daging paus biru yang terdampar di Kabupaten Alor.

KATANTT.COM--Seekor Paus Biru (Blue While) panjang 24 meter dan lebar 3,5 meter ditemukan mati di Perairan Desa Bagang, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Wilayah Kabupaten Alor, Muhammad Saleh Goro yang dikonfirmasi Rabu (24/8/2022) mengatakan, Paus Biru dengan nama latin Balaenoptera musculus itu diduga baru saja terdampar kemudian mati di perairan tersebut.

Menurutnya, bangkai Paus Biru itu ditemukan pada Senin (22/8/2022) oleh warga Desa Bagang. Setelah itu baru dilaporkan ke SUOP KKPD Selat Pantar dan laut sekitarnya.

Karena terbatasnya sarana ke lokasi kejadian, pihak SUOP kemudian meminta bantuan Kepala Desa Bagang untuk mengidentifikasinya.

Baca juga :

Namun setibanya di lokasi terdamparnya paus, ternyata masyarakat sekitar setempat telah memotong dan mengambil daging paus yang telah mati tersebut.

Kepala desa pun meminta masyarakat untuk berhenti mengkonsumsi, untuk menghindari virus atau wabah penyakit yang terkandung dalam daging Paus Biru tersebut.

Kini bangkai Paus Biru itu telah ditarik oleh masyarakat pesisir Desa Bagang secara gotong royong ke pinggir pantai. Masyarakat diimbau untuk kedepannya tidak lagi memotong daging Paus yang terdampar.

Muhammad Saleh Goro menambahkan, saat ini sedang diupayakan alat berat untuk masuk ke Desa Bagang. Karena lokasinya jauh, bila tidak ada alat berat untuk menggali, maka bangkai Paus Biru itu akan ditenggelamkan.

"SUOP KKPD berharap ke depannya, bila ditemukan mamalia seperti Paus yang mati, agar masyarakat tidak memotongnya tapi melaporkan guna diidentifikasi sesuai dengan Prosedur yang berlaku. Hal ini untuk menghindari, jangan sampai paus yang mati tersebut diakibatkan oleh bakteri yang bisa membahayakan manusia yang mengkonsumsinya," jelas Muhammad Saleh Goro.

TAGS : Alor Paus Biru Terdampar